sejak saat itu aku paham, bukan karena aku kurang layak, tetapi karena aku memang tidak pernah dipilih. dan di titik itulah aku memutuskan untuk pergi. aku pergi bukan karena hadirnya orang baru, melainkan demi menjaga harga diriku dan menemukan kembali kedamaianku.
saat aku melihat caranya mencintai orang lama maupun orang baru dengan begitu utuh, di situlah aku akhirnya sadar mengapa aku tidak pernah menjadi tujuan pertamanya. mengapa namaku tidak pernah disebut, dan mengapa aku tidak pernah diperkenalkan sebagai seseorang yang berarti.