Main2 pulpen saat rapat dengan kepala negara jelas akan ditafsirkan sbg kebosanan, ketidakpedulian, sikap menyepelekan, nggak respek.
Si karbitan ini apa nggak ngeh kalau dlm dunia diplomasi, setiap gerak-gerik delegasi dipantau dan dianggap membawa pesan dan makna.
Apalagi ini sama Putin..
Orang-orang tuh ngerti gak sih kalo kita bilang Karhutla gara-gara pemerintah tuh ya bukan Wowo dateng diem2 ke Kalimantan trs jatuhin korek di hutan anjrittttt😭😭😭
Tapi pemerintah sbg PEMBUAT KEBIJAKAN gagal membentuk regulasi yang bisa mencegah/mitigasi bencana gitu LOH
Syukurnya kita sekarang hidup bersisihan dengan sosial media dan kamera beneran di mana mana ya. Jadi kita bisa tau semua yg sebenernya terjadi sampe seblak blakan ini ada massa bayaran.
Manfaatin desperate rakyat buat ambil suara mereka 👍
GONGGGG BGTTT for the first time in my life gue ngeliat presiden yg ngejadiin bencana yg dialami warga nya sebagai uji coba untuk ngelihat bawahannya kerja atau ga
sekali lagi, dia ngomong “sengaja” yg artinya he know the fact that warga di NTT beneran butuh bantuan, he know the fact that banyak org yg ngamuk karena leletnya bantuan yg datang. bahkan dia ga ngomong kata “maaf” sama sekali
kalo masih ada yg ngomong, “kok serba disalahkan?” iya jelas salah. gempa itu termasuk bencana yg sangat rentang memakan korban jiwa.. n dia sengaja ga datang buat ngasih kesempatan ke pejabat NTT buat mengatasi bencana nya 😅 cacat logika wkwkkw
mau make alasan apapun, harusnya dia datang di hari setelah kejadian lebih masuk di akal gue…
let me tell you, daerah yang didatangi prabowo ini bukan lokasi yang kena kebakaran parah. lokasi yg didatangi dekat bandara, banyak warga yg speak up kalo yg didatangin itu kebun. bukan area hutan yg berhektar2 terbakar
kalo lu semua beneran perduli sama kondisi kalimantan, instead of bikin tweet menyanjung presiden gini, harusnya lu semua ngepost tentang keadaan riil disana
coba tebak nanti isi pidatonya? “saudara saudara, kondisi karhutla di kalimantan sudah teratasi. tidak separah seperti yang ada di sosial media” meanwhile yg lu datangin kebun orang
n one thing, pls stop ngebuat akun resmi seolah olah akun pribadi yg isinya cuman ngeframing semua masyarakat yg mengkritik itu JAHAT.
Yang masih ngeyel kalo kebakaran Kalimantan itu bener-bener karna bencana rutin tahunan lalu mengkambing hitamkan cuaca, El Nino sampe angin.
Nih, Pak Aurélien Francis Brulé atau lebih dikenal Chanee Kalaweit, Ayah dari Andrew Kalaweit seorang Wildlife dan Forest Rescuer asal Perancis-Thailand yang sampe bikin Yayasan buat melindungi Owa dan satwa lainnyaa udah ngespill dari JULI 2026.
I REPEAT!!! ⚠️⚠️⚠️
JULI 2026 📢📢📢📢
jadii ini bencana memang udahh dikoar-koarkan oleh beliau since JULI 2026, tapi malah diancem, gak didengar bahkan ada narasi menyalahkan negara lain. WHAT A LOGIC 😂
Kalo udah jadi bencana besar (karna belom ditetapkan bencana nasional oleh BELIAU) baru saling tuding, yang parah bahkan cuaca dan angin yang gatau apa-apa juga kena tuduh 😂
Bayangkan betapa bahagianya satwa Indonesia jika di setiap pulau besar ada "Om Chanee" yang diberi kewenangan penuh:
Harimau Sumatra punya area cyberpunk-proof sendiri, Orangutan punya sertifikat tanah bebas gusur, dan Anoa tidak perlu deg-degan setiap ada alat berat lewat.
Tapi tentu saja, skenario itu terlalu imajinatif untuk sebuah negeri yang lebih cinta angka PDB daripada keanekaragaman hayati 🐅🦧🦌
Sayangnya Pemrentah kita lebih suka narasi "Sawit Baik" & Beton. Di dunia nyata, pohon sawit dihargai lebih tinggi daripada pohon hutan hujan karena sawit menghasilkan CPO dan devisa.
Hutan primer sering dinilai "menganggur" jika tidak diubah jadi tambang atau perkebunan, sementara beton raksasa dianggap sebagai piala emas pembangunan.
Tapi gimana lagi, emang dasarnya cacat logika.
Sistem Logika Kebijakan kita be like:
Kebijakan konservasi kita sering kali kalah telak oleh izin konsesi.
Konservasi dianggap proyek biaya (cost center), sdangkan eksploitasi alam dianggap sumber pendapatan (revenue center) 🤷♂️
Yaa walaupunn scara realitas, menunjuk satu 'figur sakti' di setiap pulau gakk akan cukup kalo sistem hukumnya masih mungut retribusi dari kerusakan alam. Konservasi kan butuh political will, penegakan hukum tanpa pandang bulu, dan insentif ekonomi agar daerah yang menjaga hutannya bisa hidup sejahtera tanpa harus babat membabatt. Hehe.
Sekian.