di tempat kerja nemuin banyak tipe orang, ada yang mau berbagi ilmu tanpa diminta dan ada yang engga. tapi selalu inget, kalo yang “nggak berbagi ilmu itu bukan salah mereka karna emg bukan kewajiban” kata itu sih yang bikin selalu positif🤗💗
udh setahunan lebih berusaha bgt buat “let them” lumayan works buat bantu jaga kesehatan mental diri sendiri dan berusaha lebih baik lagi untuk nggak lagi bertanya “why” tentang banyak hal di hidup
sumpah kamu lupa taaa? beneran lupa selama ini temen temenmu loh yang bantuin sampe 4 tahun??? beneran se ngga dianggep itu taa? baru tau ternyata bantuin ngerjain tugas, bantuin clear urusan, bantuin kalo kesusahan di fakultas itu ternyata jahattt😭💔
kok ada orang koar koar bilang udah dewasa dan diam, tapi tiap hari upload story nyindir padahal yang disindir ternyata biasa aja😭 sumpah baru kali ini aku seberisik ini karna gakuat lucu bangettttt💔
awalnya ga terlalu percaya sama kata kata "kalo ada orang banyak masalah sama temen sekitarnya dan ngga bertahan lama belum tentu temennya yang bermasalah, bisa jadi dia sendiri" tapi kaya woylah KOK ADAAAA ORANG KEK GITU
kok bisa yaa ada manusia yang drama bgttt kaya paling tersakiti... padahal 4 tahun dibantuin terus tapi gak diinget wkwk, tingkahnya bukan mengiris hati malah menyentil ketawa
Giliran butuh suara, kampanyenya top2 an.
Kasi harapan a-z.
Ikut join movement biar terkesan mendengarkan aspirasi.
Giliran dah di atas, yowis dadi budeg tiba2.
Lagu lama kaset kusut.
dikritik? Disuru cari solusi sekalian.
Disindir? Tersinggung.
Ijazah dan chaos.
Masih ingat ancaman yang disampaikan Kuasa Hukum Jowi tanggal 16 Juni 2025?
Jika ijazah Jowi dipaksa untuk ditunjukkan, maka akan chaos.
Dan keduanya terbukti sekarang.
Ketika RRT memaksa Ijazah Jowi dimunculkan, dengan launching buku JOKOWI'S WHITE PAPER yang mengalami intimidasi dan sabotase beruntun kemudian pemeriksaan marathon oleh Polda Metro Jaya terhadap 12 Terlapor, yang menghasilkan penolakan para Terlapor untuk menjawab pertanyaan pemeriksa jika syarat "tunjukkan Ijazah Joko Widodo dulu baru kami akan bicara", dan desakan rakyat terus-menerus agar Jowi secara gentle mengakui soal ijazah, dan "clue" yang disampaikan oleh Rektor UGM bahwa "ada alumni UGM bernama Joko Widodo yang pernah menempuh Sarjana Muda dan bukan langsung Sarjana'
Dan puncaknya Demo 25 Agustus dan 28 Agustus 2025
Menghasilkan korban Syuhada Afan Kurniawan, driver Ojol yang dibunuh Brimob/Polisi.
Ini adalah sebuah Shock Kolektif, dari pihak Joko Widodo untuk menghentikan Isu Ijazah Palsu dan Pemakzulan Gibran yang menuju puncak naik.
Artinya saat ini terjadi pembelokan realitas politik.
Isu Ijazah Palsu dan Pemakzulan Gibran dipaksa berhenti dengan Drama Demo Jalanan.
Jowi memiliki dua motif:
Distraksi kasus Ijazah dengan Chaos menggunakan jaringan aparat, dana, dan Buzzer Termul untuk frame demo sebagai Chaos.
Dan Chaos sudah terjadi.
Rantis Brimob melindas ojol, adalah tragedi yang "tepat sasaran" untuk meledakkan emosi publik, mengubur narasi ijazah dan Pemakzulan dengan cepat, mendistraksi Isu Ijazah yang sudah menjadi Isu Nasional dan bergerak menjadi Isu Internasional, sekaligus upaya Delegitimasi Pemerintahan @prabowo agar terlihat gagal mengendalikan aparat dan menjaga stabilitas,
Serta alat negosiasi Jokowi/Gibran untuk menekan "jangan sentuh kami, kalau tidak mau chaos makin besar".