Kenapa fast learner cepat lupa?
Ternyata ini penjelasan ilmiah sederhananya
Fast learner punya kemampuan untuk menyerap informasi baru dgn cepat, yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan baik dalam berbagai situasi.
Tp, ada sisi lain yang perlu diperhatikan: kecenderungan untuk mudah lupa.
Knp?
Pertama, otak kita memproses informasi dalam tiga tahap: encoding, storage, dan retrieval.
Fast learner sering kali fokus pada tahap encoding, yaitu menyerap informasi baru.
Tapi, ketika informasi tsb ga diproses lebih lanjut ke tahap storage (penyimpanan), akan sulit untuk mengaksesnya kembali (retrieval).
Selain itu jg bisa disebabkan overload informasi. Fast learner sering terpapar banyak informasi dalam waktu singkat.
Ketika otak terlalu banyak menerima informasi, detail2 kecil cenderung terabaikan dan ga tersimpan dgn baik dalam memori jangka panjang.
Terus gmn caranya agar fast learner ga cepet lupa?
Jadi ceritanya bbrp hari lalu tiba2 ibu gw nelpon. Dalam kondisi agak panik, katanya ga sengaja ngeklik undangan digital yg formatnya APK.
Langsung lah gw minta forward APKnya ke gw. Lalu gw coba bongkar untuk caritau apa yg dilakukan sama app tersebut.
Ada perokok yg istrinya meninggal karena kanker
👦🏻: “Bapak turut berduka ya. Sekarang masih merokok nggak?”
👨🏻🦳: “Iya.”
👦🏻: “Tapi istri bp meninggal krn terlalu lama kena asap rokok bapak.”
👨🏻🦳: “Ngga kok, dia ninggal krn kanker. Ini aku yg tiap hari ngisep masih idup.”
Aku: …
Ada 1 orang di tim yang kerjanya sebenarnya bagus, tapi lama banget ga dilirik. Output-nya rapi, jarang salah, dan selalu on time.
Tapi anehnya, dia jarang banget dilibatkan di hal-hal penting.
Sampai akhirnya dia ubah satu hal kecil: cara dia communicate kerjaannya.
Dia mulai update progress, tapi bukan sekadar “udah selesai”. Dia jelasin apa yang dia kerjain, kenapa itu penting, dan impact-nya ke tim atau project.
Misalnya, bukan cuma bilang “dashboard sudah diupdate”, tapi dia tambahin, “ada perubahan di metric A, kemungkinan karena X, dan ini bisa impact ke decision Y.”
Langsung beda.
Orang yang baca jadi ngerti value dari kerjaannya tanpa harus buka file dulu.
Di meeting juga dia mulai lebih aktif, tapi bukan asal ngomong. Dia cuma speak up kalau ada yang bisa dia tambahin, biasanya dalam bentuk clarity atau next step.
Lama-lama orang mulai notice.
Bukan karena dia jadi lebih “noisy”, tapi karena kerjaannya jadi lebih kelihatan relevan.
Dari situ gue belajar, bikin kerjaan lo visible itu bukan berarti lo harus pamer atau overclaim.
Cukup pastiin orang lain ngerti:
lo ngerjain apa, kenapa itu penting, dan impact-nya ke mereka.
Kalau itu jelas, visibility lo naik dengan sendirinya.
Dan yang paling penting, lo tetap keliatan profesional, bukan cari perhatian.
the dreamies are commenting on mark’s goodbye post 😭
jaemin: baby don’t be sad i will give you a kiss ❤️ love you
haechan: i love you
chenle: be strong 🫶🏻
jeno: our leader hyung!! be happy
A good parent never discriminates between their children, no matter their ages or genders. That’s a beautiful example of true parenting.
When love is given equally, children learn solidarity instead of competition. Real education begins at home.