patut diakui, editor Bloomberg KEREN banget ngett ngett !!!!!
visualisasi perbandingan GDP beberapa negara di S.E.A tahun 2025 pake motif kain batik gini
ada juga visualisasi Pelemahan Nilai Rupiah juga pake pewayangan gini; ini kreatif banget.
Bloomberg tahu bagaimana bercerita tapi pendengar/audiensnya adalah masyarakat Global dengan identitas Universal.
Bahkan ketika berbicara tentang PILIHAN TAK SEHAT, dia menganalogikan ini semua dengan GORENGAN yang terlihat nikmat namun sesungguhnya unhealthy.
🙂
80 mahasiswa Indonesia di Harvard, dibanding Tiongkok yang lebih dari seribu dan ratusan dari Korea.
Dalam gambaran lebih luas, hal serupa terjadi. Pada 2023, Tiongkok mengirim sekitar 1 juta mahasiswa ke luar negeri, India sekitar 800 ribu, sementara Indonesia hanya 70 ribu mahasiswa.
Dan kalau kita lihat lanskap politik Indonesia, 88% kepala rumah tangga & 93% orang dengan hak untuk memilih tidak memiliki pendidikan tinggi.
Angka di atas menunjukkan gejala dari masalah struktural, yang selama ini tidak berhasil membebaskan kita dari middle income trap. Bahwa skor IQ bangsa masih jauh di bawah yang dibutuhkan.
Pertanyaannya bagaimana kita bisa membawa skor itu naik?
For those who want a bit more context: a massive student and worker protest is unfolding in Indonesia’s capital in response to the Prabowo government’s decision to raise fuel prices, alongside other policies that many Indonesians are calling corrupt because they deepen the burden on working-class Indonesians already struggling with rising living costs and a weakening rupiah.
What’s fueling the anger even further is the broader feeling that economic pressure is being pushed downward onto ordinary people while major policy decisions continue to favour politicians and the ultra wealthy.
Just last year, Indonesians protested over the same kind of government corruption, which led to a crackdown on its own civilians using military force in cities like Jakarta and Bandung, resulting in multiple deaths and injuries, including those of students.
This situation, however, embarrassed the Probowo government, as people from all over the world began paying attention and massed mobilised to send food, medical/legal aid and financial donations via apps like Grab and Ojek (the region’s equivalent of Uber) the movement received particularly strong support from people across Asia, especially Southeast and East Asia, while also drawing contributions from around the world. This is why Indonesians are asking the world pay attention to their country again.
AMIEN RAIS MENGAKU SEBAGAI TEMAN DEKAT PRABOWO
BLAK-BLAKAN TEGUR PRABOWO!!
POINNYA :
1. Kurangi ber omon-Omon, rakyat sudah bosan
2. Hindari penyakit kaya demam panggung, liat mic sedikit, lidah dan mulut nya gatal pengen berbicara
3. Jangan gebrak-gebrak meja atau podium, kalo masih pangkostrad gpp, ini sudah presiden
4. Jauhkan Tedy dari Istana selama weekdays, kalo pun mau hahahihi di weekend atau sabtu saja.
Btw maksudnya hahahihih ini apa ya?wkwkw
dan kok weekend aja boleh nya Pak Amien?
Ganti narasi NEGARA HADIR / Pejabat hadir dengan hadirkan di lokasi bencana Nasi padang, Roti selai, dunkin donut, mc donald, roti marie, susu, air minum, lilin, selimut, starlink dll. Hal2 diatas yg lebih ditunggu oleh masyarakat disana; Bukan Negara/ pejabat hadir !!!!
@Gerindra@prabowo Saya pikir sekarang yg mereka butuhkan buka Negara hadir; tapi Nasi padang, dunkin donuts, roti marie , starlink, lilin, air minum.. air bersih, starlink
Kalau ada pemilihan pemimpin lagi di masa depan, tolong jangan kufur nikmat. Dikaruniai Tuhan akal sama hati nurani tolong dipakai. Itu kan, yang buat kita berbeda dengan hewan?
Kebodohan dan tidak kompeten sudah membunuh banyak orang.
Irine is my friend & I know how strong she is. She is a brilliant journalist who has covered many other heavy & difficult issues before. Seeing her unable to hold back her tears, her voice shaking, was beyond heartbreaking. It shows just how devastating this disaster truly is.
Bantuan dari luar negeri ditolak, bantuan dari warga dihalangin, trying to act like a superhero all by themself when they're the one who caused this. How much more of a pathetic can you be?