@everlaested Embel-embel Tuan harus dilaku, sebab bagaimanapun, di dunia manusia ini, dijunjung sebuah kesopanan sebagaimana bangsanya pula demikian.
“Apakah Anda sedang sibuk? Maaf bila saya menganggu waktu Anda.” Kikuk senyumnya kini. Percayalah apa yang ditampilkan hanya kiasan.
“Tuan Han,” Lucian memanggil @everlaested seraya melambai. Lantas jenjang kaki dibawa dengan ringan untuk mendekat kepada orang yang baru saja ia panggil. Senyum dipatri pada iras yang sepaket dengan raut ramah. Tentu saja ia harus ramah, bukan?
@everlaested Entah bagaimana, suasana dingin yang melingkupi dua jiwa saling kenal sebab beragam alasan itu tidak ubahnya hanyalah atmosfir yang sebatas ilusi untuk Lucian. Tidak pula esem itu luntur dari peroman. Sapaan yang seperti basa-basi itu terasa biasa saja. “Ya, Tuan Han.”
𝐒𝐄𝐍𝐃 𝓖𝐈𝐅𝐓 𝐓𝐎̲ @purypyon .
💌 : Hadiah untuk adik manis kesayangan, semoga suka. Kalau tidak suka, balas catatan ini dengan apa yang Yivhra inginkan.
Tertanda, Lucian.
@purypyon Siapa yang suruh segala bilang tidak? Ia memandangi adiknya dengan tatapan seolah ragu, satu alisnya naik. “Oh, jadi maksudmu ... Aku harus pergi lagi supaya dirindukan?”
ㅤ
!2DFESS | In hush, deadened long night, a lonesome being bares his teeth to nothing—all lifeless and withdrawn from his surroundings, but he knows that all he needs is… (Shall you reply with your preferred language or RT for interaction later.)
— VAMPIRE OC.
ㅤ
!2DFess Hello. We just got back from long hiatus, and is in dire of new faces to interact. Kindly reply this tweet with a keyword (EN/ID) for a starter, or you may retweet to be mutuals.
ー W-OC, Offspring of Hades.
@2DimensiMenfess // [menjatuhkah diri dramaticly] Saya kebetulan mau mulai baru, janji kaga ghosting dan kabar-kabari ngueng, gas kalau tertarik. Angkut sy.
⠀
ㅤi turned my head and looked at Elion. the youngest child, who somehow always captivates both mother and myself, as well as @unreplacaeble. i made no comment because there was no need. i looked at Elion and mother in turn and smile.
⠀
⠀
ㅤno, but it does make it difficult to act as a typical mother and child might. i don't blame her for this, she has reached this pinnacle through her resilience and capabilities.
⠀
⠀
ㅤlekat sekali ia perhatikan. jemarinya yang ramping bergerak menggeser foto itu dan memperbesarnya. mengamati latar yang nampak tidak asing. “ini... bukankah...” sorot penuh tanya namun menuntut penjelasan dilayangkan pada @alventurein.
⠀
⠀
ㅤmanakala dirimu menunjukan sesuatu dari ponsel, maniknya beralihlah ke sana. dapat dilihat Killian dengan keadaan cukup menyedihkan baginya dalam gambar itu. latar yang membelakangi sosok tertua itu remang. Lucian ambil ponselmu.
⠀