Been trying not to care about anything or anyone this whole week, like they do to me. Ended up stressing myself out instead 😭. How do people even do this?
Ga pernah minta bahas apapun soal personal life gua, ga pernah inisiatif cerita tentang siapa yg gua suka, siapa yg lg deket sama gua, trs tiba-tiba lu bilang gua ga berprogres, gamau take a risk, dan seenaknya lu compare.
Pertanyaan gua, siapa lu? Tau apa sih?
Gue jadi Tom Lembong bakal dongkol bukan karena ditahan dan dituduh korupsi, tapi karena belum sempet pegang duit 400 milyarnya. I mean, what do you mean duitnya dalam bentuk opportunity cost?? AT LEAST LET ME TOUCH THE MONEY AND THROW ME TO JAIL LATER??
Ada yg reply “anak abah pembela koruptor”. Bro, Anies sama Tom Lembong nganggur atau masuk jeruji juga, gak peduli gw.
Yang gw peduli keadilannya. Kalau Tom Lembong salah, seret ke penjara. Yg jadi soal, menteri & wamen saat/pasca era Mulyono dapat perlakuan yg setara gak? 😬
Penyelenggara KPU mmg pantas di pertanyakan gelaran pilpres x ini .
Perhatikan tangkapan layar yg berhasil di kumpulkan netizen .
Sudah sepantasnya kita
#DukungHakAngket
Tidak Pilih PRABOWO tidak Boleh Tagih janji MAKAN SIANG GRATIS
Yang bilang seperti itu apa tidak paham program tersebut Sumber dana nya dari Rakyat melalui Pajak
Berani ga kelen bilang Yang Tidak Pilih Prabowo Tidak usah bayar Pajak Biar kami saja Pendukung nya yang bayar pajak
Doa Ibu2 Korban Penculikan, dibacakan di depan Istana Merdeka, Minggu, 11 Februari 2024
Gusti Allah yang maha baik,
Hari ini kami berkumpul di sini, depan istana negara, jumlah kami memang hanya puluhan, tapi kami membawa doa-doa, membawa suara hati yang paling tulus dari ribuan kawan2 kami di luar sana.
Gusti Allah yang welas asih
Kami berdiri disini, hanya berkehendak memohon pertolonganmu. Telah panjang perjuangan kami, para ibu-ibu kawan2 kami yang dihilangkan. Kami berupaya tidak akan pernah hilang harapan, tapi sesungguhnya, perjuangan ini alangkah beratnya. Kami dikhianati berkali-kali oleh pemimpin negeri. Kami dikhianati oleh kawan2 kami sendiri. Kami telah berupaya semampu kami. Kami telah berjuang sekeras kami. Kami telah panjatkan doa tiada henti. Jangan biarkan kami hilang harapan. Untuk itu, hanya padamu, Sang Pemilik Hidup tempat kami bersandar. Kami hanya dapat memohon kuasamu. Karena kami percaya Engkau Maha Kasih dan Maha Digdaya Segala.
Gusti Allah yang maha baik,
Kau tahu kepahitan apa yang paling menusuk kalbu, saat orang yang dicintai hilang, tanpa kepastian hidup atau mati. Para ibu ini telah melewati puluhan ribuan malam yang letih dan sendirian. Satu per satu dari mereka telah meninggalkan kami. Sepanjang hidup mereka, mereka hanya berharap, terus berharap temukanlah anak kami: hidup atau mati. Sayangnya, harapan itu kandas, hingga mereka wafat.
Mereka adalah ibu-ibu kami
Kesakitan mereka adalah kesakitan kami.
Doa-doa yang terpanjat siang malam mereka adalah doa kami
Tuhan yang Maha Indah,
Pancarkanlah cahyaMu. Berikan sinar terang pada kami, kawan2 kami, bangsa kami, untuk dapat melihat secara seksama mana yang jahat dan mana yang baik. Tiga hari lagi, sebuah momentum penting negeri ini. Agar bangsa ini dapat memilih pemimpin yang baik, yang mau mendengar suara kami, suara para korban pelanggaran HAM, pemimpin yang mencintai rakyat, yang berhikmat pada suara hati rakyat. Hindarkan kami, bangsa ini dari kesesatan pikir, dari godaan dunia, sehingga kami abai akan hati nurani kami sendiri.
Semoga bangsa ini dapat terhindar sejauh2nya dari Capres Pelanggar HAM Prabowo Subianto. Capres yang paling bertanggungjawab atas penculikan kawan2 kami. Pencalonnannya saja, telah melukai hati ibu2 kami, melukai kami semua. Kami tak dapat membayangkan, jika memiliki pemimpin negeri yang memiliki sejarah hitam dengan tangan penuh darah.
Gusti Allah, Sirnakan dan jangan sisakan seinci pun kegelapan
di batin kami.
Ya Allah yang Maha Rahman dan Rahim,
Rahmatilah negeri dan bangsa kami. Rahmati perjuangan kami. Rahmati doa ibu-ibu kami, yang tak pernah lelah ini. Berikan tempat sebaik2nya bagi ibu-ibu kawan kami yang telah berpulang. Mereka ibu perkasa. Ibu yang telah melahirkan anak2 yang menjadi martir demokrasi. Ibu yang telah mengabdikan sisa umur merekau ntuk mengajarkan pada kami sebuah konsistensi perjuangan.
Gusti Allah sang Pemilik Hidup. Kepadamulah kami berserah. Setelah daya upaya kami lakukan. Kuatkan kami. Kokohkan kami dan perjuangan berat ini. Merdekakanlah kami dan kabulkanlah doa kami.Amin.
#AsalBukan02