🎥 Apa yang Anda pelajari dari beliau?
✅ Kini tiba giliran kita untuk mengenang pelajaran-pelajaran tersebut serta mengamalkannya, dan tentu saja membagikannya kepada orang lain.
📱 Bergabunglah dalam kampanye ini dan bagikan pandangan Anda kepada kami.
#HarusBangkit#Khamenei
People’s farewell to their Leader
Glimpses of the mourning crowds making their way toward the farewell site to offer prayers for the martyred Leader, Martyr Imam Sayyid Ali Khamenei, and his honorable martyred family members.
#WeMustRise#MartyrKhamenei
"Israel hanyalah palu yang melihat segala sesuatu sebagai paku."
Analis risiko geopolitik dan konsultan strategis Timur Tengah dan Afrika Utara, Andreas Krieg, berbicara kepada jurnalis Ashfaaq Carim tentang sebuah "negara" yang menangani segala sesuatu melalui paksaan, bukan konsensus, dan lubang yang menurutnya sedang digali sendiri oleh "negara" tersebut.
@MiddleEastEye@sahabatalaqsha
In Gaza, where trash has become the only store and the final source for survival. These children rummage through dumpsters for crumbs to satisfy their hunger, or materials to gather so they can light a fire and cook food they can find, amid the absence of basic necessities.
Malaysia mengirimkan seorang utusan khusus beserta delegasi untuk menyampaikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Syahid Iran, Ayatollah Syahid Seyed Ali Khamenei.
Massive crowds in Tehran attend the funeral prayer for Martyr Imam Sayyid Ali Khamenei and the martyred members of his family.
#WeMustRise#MartyrKhamenei
🇮🇷 🇧🇦 Seorang wanita dari Bosnia, menghadiri upacara perpisahan untuk pemimpin Iran yang gugur: Rakyat Bosnia akan selamanya berterima kasih kepada Imam Khamenei. Kami kehilangan ayah kami, dan sekarang harapan kami bertumpu pada kemenangan dan kekuatan Iran.
🇺🇸 🇯🇴 Delapan jet tempur A-10 Warthog telah dikerahkan ke Pangkalan Udara King Hussein di Yordania. Jet tempur ini digunakan untuk mendukung operasi darat.
Tujuh pesawat pengisian bahan bakar AS dan sebuah pesawat peringatan dini E-3 terbang di atas Timur Tengah.
@imetatronink Analis geopolitik dan sejarawan Amerika:
🔹Dalam 72 jam terakhir, delapan pesawat A-10 lagi telah tiba di Pangkalan Udara Mofaq Salti di Yordania.
🔹Saya masih ragu bahwa AS akan mengambil tindakan yang menyerupai invasi darat skala besar ke Iran... tetapi mereka pasti sedang mempersiapkan sesuatu.
Media China merilis video ini:
250 Lilin. Sebuah Sejarah yang Tertulis dalam Kepulan Asap. Sejak kemerdekaannya pada 4 Juli 1776, dalam kurun waktu 250 tahun, hanya 20 tahun di antaranya AS tidak terlibat perang.
Bendera Amerika Serikat berkibar di Beirut, Lebanon, untuk memperingati Hari Kemerdekaan AS—bukankah ini terasa janggal?
Gambar dan papan reklame bertuliskan "Happy 4th of July" tersebar di berbagai sudut kota: mulai dari layar digital di dalam Bandara Internasional hingga di sepanjang jalan-jalan protokol.
Pertanyaannya, Apakah Lebanon sekarang sudah tidak punya kedaulatannya sendiri? Apakah Lebanon sudah menjadi negara bagian AS?
Di saat rakyatnya MENOLAK tunduk pada Zionis-Amerika, KOKOH melakukan PERLAWANAN, pemerintah (Presiden dan PM) nya justru menunjukkan KEMUNAFIKAN dengan menjadi BUDAK imperialis.
Mohammed Saleh al-Nuaimi, Wakil Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman:
“Pemimpin syahid adalah hati nurani yang terjaga dari umat Islam. Ia menuntun umat menuju kehormatan, kemerdekaan, serta pembebasan dari ketergantungan dan dominasi pihak lain.”
#HarusBangkit#SyahidKhamenei
Aujourd'hui, l'#Iran tout entier est en deuil.
Le pays pleure son Guide martyr comme un enfant pleure son père.
Dans chaque maison résonne le silence de l'absence, et dans chaque cœur demeure une blessure que le temps ne saura refermer.
4 Juli adalah hari 'kemerdekaan' Rezim Pembunuh Global
Sejak "kemerdekaan"-nya pada 4 Juli 1776, dalam kurun waktu 250 tahun, hanya kurang dari 20 tahun di antaranya Amerika Serikat tidak terlibat perang.
Korban dari "kemerdekaan" AS adalah mereka yang menjadi sasaran genosida penguasa AS: bangsa Palestina, satu juta warga di Indonesia yang semua dituduh komunis, dua ratus ribu orang Maya di Guatemala, 75.000 aktivis anti-fasis di El Salvador, serta puluhan ribu orang kiri di Brasil, Chili, dan Argentina sepanjang tahun 1960-an dan 1970-an.
Di Vietnam, tentara AS melakukan pembunuhan & pemerkosaan massal.
Pemerkosaan terhadap perempuan Vietnam oleh pasukan AS terjadi dalam skala yang begitu besar sehingga banyak veteran menganggapnya sebagai prosedur operasi standar. Praktik ini bersifat "sistematis dan kolektif", serta merupakan "kebijakan militer tidak resmi." Seorang prajurit bahkan menyebutnya sebagai "kebijakan militer massal."
Bahkan, pemerkosaan yang diikuti dengan pembunuhan terhadap perempuan Vietnam begitu lazim sehingga tentara Amerika memiliki istilah khusus bagi prajurit yang melakukan kedua tindakan tersebut sekaligus, yaitu "double veteran."
Salah satu kesaksian prajurit mengenai pemerkosaan berbunyi:
"...mereka memperkosa gadis itu, lalu orang terakhir yang menyetubuhinya menembaknya di kepala."
-----
Baca tulisan Nate Bear @NateB_Panic selengkapnya tentang kejahatan 250 tahun AS https://t.co/6olprwYZJG
امروز ملت سربلند و شکستناپذیر ایران اسلامی یکصدا در حق امام مجاهد شهید خود، شهادت داد: اللَّهُمَّ إِنَّا لَا نَعْلَمُ مِنْهُ إِلَّا خَیْراً
و یکپارچه برخاست و از عمق جان فریاد زد: یا لثارات الحسین (علیه السلام)
Elegi Peti Mati Zahra Menguliti Topeng Palsu Pembela Hak Asasi Manusia
Media India Menulis:
Dalam keagungan prosesi perpisahan yang mengharu biru, sebuah peti mati kecil milik bayi suci bernama "Zahra" telah hadir menjadi saksi bisu. Kematian malaikat kecil ini seketika menelanjangi wajah iblis dari para kekuatan pembunuh anak, mereka yang selama ini dengan angkuh berkhotbah di atas mimbar dunia sebagai pembela Hak Asasi Manusia!
India Today :
🔹 Potret yang Meremukkan Jantung Dunia
Sebuah foto Zahra, bayi mungil yang baru berusia 14 bulan, diletakkan dengan begitu rapuh di samping peti mati kecilnya. Pemandangan menyayat hati ini seketika merebut seluruh perhatian jutaan pasang mata. Untuk sesaat, dunia dipaksa berhenti memikirkan dinginnya peta geopolitik, dan tunduk dalam rasa kehilangan kemanusiaan yang teramat dalam dan pedih.
🔹 Robeknya Topeng Kemanusiaan Barat
Peti mati kecil Zahra telah memaksa air mata para pengamat internasional menetes tanpa bisa dibendung. Kepergian bayi tak berdosa ini telah menguliti dan menyingkap wajah buruk nan menjijikkan dari kekuatan-kekuatan pembunuh anak—mereka yang dengan lancang mengeklaim diri sebagai penjaga HAM, namun kini berdiri telanjang di hadapan sejarah dengan tangan yang berlumuran darah bayi-bayi suci!