@ask_AXIS tolong bantu min, saya setiap melakukan panggilan keluar kenapa selalu "panggilan berakhir"ya, dalam kondisi belum terdengar biiip biip.. padahal kondisi pulsa baru terisi, sinyal penuh
@NakesPuskesmas Masih muda bgt udah hamil ke-5, riwayat obstetri berat, status administrasi belum beres, sekarang? tetap harus kontrol umum di kondisi kehamilan risiko tinggi. Pengen marah bangget ke suaminya gak ngotak
Ada tulisan cantik banget, kira-kira begini isinya:
โsemoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yang dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..โ
@afrkml Ners.. saya doyan lalapan ini lho..trus ada Cara makan yg unik yaitu daun jambu mede di mix dgn daun pepaya (dibuntel bersamaan) cocol sambal terasi. Aduhay sedap ners mashaAllah mana lg puasa jd otomatis ngiler. Pait dong ada daun pepaya nya? Justru jd ga pait klo di blend ๐
@Shynyzers @Nathameasa@natpwidi_gurl@yappingfess Iya kak, bagi sebagian orang lain bahkan umumnya norma di kita menganggap "jijik" itu yg secara visual nampak kotor, bau, atau suatu "hal"yg dianggap gak manusiawi, Juga sekaligus memberi kesan merendahkan.
@RecehinAjaid Alhamdulillah ya Allah..i got him. hamdan syakirin... How luck i am, Panjangkan umur suamiku dlm ketaatan & kebaikan ya Allah๐ฅน๐ฅฐ
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. ๐ฉท