Kejadian kayak gini sebenarnya banyak terjadi, tapi banyak pemain juga ga memahami ini.
Di Inter, Lukaku, Skriniar, Ibra adalah contoh bahwa kebanggaanmu belum tentu menyelamatkanmu.
@Windekind_Budi@EnvyMaggot Terus siapa dong yang menyambut umpan2 manja Bastoni dan Dimarco lewat sundulannya? Masih 30 tahun, fisik oke, defense solid, penetrasi serangan yahud, mental finisher keren... cuma 1/3 harganya pemain sayap muda yg digadang2 jadi Bellanova 2.0?
@FansNerazzurri Jangan berbisnis dengan Atalanta. Italia ya Italia, tapi mengeluarkan 50 juta untuk pemain yg baru bersinar di musim ini, sepertinya berjudi sekali.
@Windekind_Budi@SiaranBolaLive@SerieA_Lawas 3. Marketing liga yg tidak jual mahal hak siar ke kawasan non Eropa, termasuk English commentary branding.
4. Manajemen klub yg profit oriented, bebas FFP, pemberdayaan talenta lokal seperti di Inggris, kemandirian stadion dan modernisasinya.
@Windekind_Budi@SiaranBolaLive@SerieA_Lawas Semoga Como jd benchmark pengelolaan klub2 lain yg bisa mendobrak FIGC dan Lega Calcio utk segera merevolusi kompetisi:
1. Pembersihan mafia (pengelola, operator liga, wasit, pemain, manajemen, dan fans garis keras).
2. Pemerintah daerah yg longgar investasi asing.
3.
@zonainteristi_ Kalau lihat belanja mereka di awal musim (data transfermarkt) yang paling boros se Italia, saya sudah meyakini ini klub ada di 4 besar.
Ini kalau Djarum niat banget, Como bisa di PSG kan. Satu hal yang membuat Como beda dari klub Italia lainnya adalah kombinasi sport dan wisata di Como yang dikelola oleh manajemen Mirwan Suwarso cs. Siap2 Inter dan tim besar lainnya akan punya pesaing baru.