Kulihat pria 25 tahun itu
sedang merelakan satu persatu
cinta masa remajanya dulu.
"Ya mau bagaimana" katanya,
yang sebatas hanya bisa
memberi amplop tanpa nama
ditiap pernikahannya.
Kubagi hampir semua yang kupunya,
kupikir awalnya akan lega dan bahagia,
ternyata hanya menambah pikiran saja.
Kurasa nanti akan kusimpan sendiri sampai mati.
Sudah 7 hari dompet tak ada isi,
sisa ATM tak cukup untuk biaya admin bulan ini.
Mengandalkan nenek untuk tetap menanak nasi dari beras subsidi kuambil di Kelurahan pagi tadi, serta sayur lodeh 3 hari yang untungnya masih belum basi. Beliau si paling ahli mensyukuri rezeki.