dari kecil jarang mendenger ceramah dari ustadz yg menyemangati kita untuk menjadi kaya di dalam islam atau semangat cari uang.
padahal sahabat nabi seperti ustman bin affan, abdurrahman bin auf, dan bahkan nabi sendiri itu kaya raya.
kita jg tau ada banyak ibadah yg memerlukan uang seperti naik haji, umroh, sedekah, zakat, bahkan perintah menyantuni anak yatim yg ada dalam al quran juga memerlukan uang.
konotasi kaya seringkali menjadi negatif , "harta tidak dibawa mati" secara makna memang benar tapi penggunannya sering digunakan untuk pembenaran malas2an dan tidak berusaha secara maksimal.
kira2 kenapa demikian?