Mau bikin arsip online dari rubrik Karier Experd di koran Kompas, biar ga kececer. Isi tulisannya bagus, bisa buat belajar dan evaluasi diri.
Start dgn artikel terbitan 13 Apr, tentang FOPO (Fear of Other People's Opinion). Ga usah sibuk mikir reaksi orang lain. Nguras energi.
Bener banget, aku pernah baca kalo ga salah tuh cara kita dalam membentuk cara pandang terhadap diri sendiri dan dunia salah satunya juga bisa dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dimiliki ortu
Karena pada dasarnya, pandangan anak dalam melihat dunia dan diri sendiri masih belum terbentuk sepenuhnya tapi perlahan bisa berubah seiring dengan apa yang sering didengar, dilihat, dilakukan, dan diyakini oleh ortunya.
Kalo ortu percaya dan mengajarkan bahwa kesedihan adalah bentuk kelemahan, maka anak perlahan bisa membangun keyakinan tersebut. Dia bisa melihat kesedihan sebagai hal yang buang buang waktu
Begitupun kalo ortu menilai anak yg membanggakan adalah anak yg pinter. Maka anak bisa membentuk keyakinan bahwa dia hanya berharga kalo punya prestasi
Btw aku punya tips buat yg punya problem yg sama, ini bisa dilatih dan sebenernya yg dilatih bukan public speaking, tapi structured thinking. Gimana kita bisa berpikir yang terstruktur/ runut.
Coba biasain kalau mau jelasin sesuatu selalu pakai kerangka sederhana: konteks โ masalah โ penyebab โ solusi (atau awal โ tengah โ akhir). Jangan langsung ngomong semua yang ada di kepala. Lama-lama otak jadi terbiasa dan otomatis berpikir terstruktur, dan cara ngomong biasanya ikut lebih runut.
Bisa start latihan dgn coba latihan ngomong tiap hari pilih satu topik:
1. cara bikin Indomie,
2. kenapa hujan turun,
3. plot film yang baru ditonton.
Rekam suara 2โ3 menit. Nanti dengerin lagi. Biasanya langsung ketahuan bagian mana yang muter-muter.
Di setiap topik semacam ini, aku selalu inget momen ekskul pramuka waktu SMA. Sampai sekarang ga respect sama orang (oknum) dan ga suka hal-hal yg berbau pramuka
@cielblue_ Kak, kalau on site aku di hutan Pakpak Bharat, kalau libur di Dairi ๐ญ๐
Ke Medan jarangg banget. Cuma tiap diminta mewakili di suatu kegiatan ajaa
Pagi ini ontelan beli sarapan (lontong dan lupis), ketemu buibu jualan susu kedelai dan susu cangjo. Aku beli 2 susu kedelai DAN ENAK BANGET ๐ญ๐ซถโจ๐ฅ
Murni, tanpa gula, kayak jus kedele riil enak gurih HWHWHWHWHWHHH. Tapi beliau jualnya naik motor ke kantor-kantor, ga stay ๐ฉ
Fix harus switch ranah. Sudah ga ada empati ke objek yg jadi fokus utama pekerjaan karena aku dapet banyak luka fisik karena dia. Dah ga punya respect dan toleransi ke orang-orang di sini juga. Ga tahan sm asap rokok orang-orang. Chance untuk improve dan berkembangnya jg minim.
Banyak psikolog dan psikiater yang menyarankan pasiennya untuk menulis jurnal, membiasakan diri untuk mengungkapkan perasaan lewat tulisan. Karna menahan dan memendam terus malah jadi bumerang buat diri sendiri.
Demn, akhirnya report awikwok ga jelas ini udah selesai. Sebenernya cuma gini aja, ga ribet atau sulit banget. TAPI penyampaian briefnya ga jelas, plin plan, setengah setengah, dan ngambang.
Kek.. U ngomong berubah-ubah, y w ga bisa mulai dan ga paham ekspektasi outputnya lah?
Ternyata Ramadan udah bentar lagi ๐ฅฒ๐. Ntar tiba-tiba H-30, H-15, H-1..... Kepikiran mau ambil cuti di awal Ramadan, tapi ternyata cuti setahun tuh hangus di Desember. Kukira hangusnya ya sesuai masa kontrak tiap person njir.
Kembali mendengarkan lagu-lagu lawas bities sambil mengerjakan report yg anywing awikwok, sangat menguras semangat kerjaku di sini. Tomorrow, i like it pt 2, ma city, war of hormones, boy in luv, mic drop (yang versi full mantep si). Awalnya random nemu playlist di Spotify.
Bukan malah menentukan alur narasi duluan. Padahal realitanya kontras dengan data yang dipunya. W malah bingung, masa iya ni kudu manipulasi data? Kan ga mungkin. Ga bener juga.
Kek, yaudeeehhhhh disampaikan kondisi realnya aja. LHA WONG NYATANYA GT, gausah dipaksain.
Ada data yang dikumpulkan dengan metode yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Yaudeeehhhhh data itu dipake, dianalisis, diubah jadi narasi yang mudah dipahami pembaca awam.
Kita lihat dulu tren datanya gimana, analisisnya ngikut, baru bisa menentukan alur narasinya.
Cuaca di Sumut astagaaaaaa HHHHHHHHHHHH. Makin pengen balik ke Jawa aja ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
Cuaca, akses transportasi, lingkungan. Tiga komponen teratas yang aku kesulitan untuk survive. Berasa bukan habitatnya, jadi sulit untuk bertahan hidup ๐ญ
Becoming less reactive is a big part of growth and decreasing stress. Sometimes this type of avoidance can be looked at as lack of interest or uncaring, but it isn't. If you let everything get you worked up, you're damaging your mind, body and soul.
jangankan yang baru mau apply, aku kak, udah kerja remote sama company Malaysia selama 5 tahun tapi masih gak selamat dari politik indo wkwkwk
di company tempat aku kerja, semua staff indo diPHK termasuk aku. padahal kami slalu achieve KPI, masing2 dari kami udah punya penghargaan dari kantor.
alasannya bukan soal skill kami, bukan juga kesalahan kami. tau alasannya apa? HR kantorku blak2an bilang di grup โkami khawatir liat politik indonesiaโ ๐
kerasa banget cari kerjaan sekarang sesusah itu, ditambah keadaan politik indonesia bikin kita makin susah buat tembus ke luar.