Yep, here we are.
Yang lagi-lagi selalu nyalahin korban adalah wanita Indonesianya juga itu sendiri.
Move on itu ada journeynya sendiri. Pernah ga rasain hancur sakit hati diselingkuhin rasanya ga adil kalo hancur sendiri
Normal women when their husbands cheat : confront him, leave him, adopt a cat then move on!
Indonesian patriarchal women when their husbands cheat :
confront the woman her husband cheating with, blame everything on her, then forgive the husband because wifey still need hubby's cash to survive.
This is why travelling IS political and I wish more people would realize it. Wdym an outsider cuma perlu 2/3 minggu untuk menjelajahi setengah negara ini, meanwhile we as a local who was born and raised here, probably won't even have that chance.
Kalau anak sampai dijadikan alat untuk membangun narasi politik, itu bukan lagi soal membela kebijakan. Itu sudah masuk ranah eksploitasi anak demi kepentingan politik. Anak bukan alat propaganda.
Emang paling enak nunjukkin dosa orang lain ketimbang lihat ke diri sendiri ya?
Dikira cipokan di depan umum dan nebar aurat (CMIIW aurat cowok dengkul - pusar) kaga dosa di agama ente? Milih-milih dosa emang hak tiap orang sih, cuma kalo ampe koar-koar ya malu aja.
i usually disappear. not because i want anyone to chase me, but because i don’t know how to explain what’s going on in my head without sounding like i’m asking for pity
Di Amerika, harga buku hanya setara satu jam kerja. Upah minimum di sana sekitar $15/jam, sedangkan harga buku $15-20. Artinya mereka bisa membeli satu buku hanya dengan 1 jam kerja, seperti halnya kita membeli es teh jumbo di pinggir jalan.
Di Jepang, satu buku juga bisa dibeli dengan satu jam kerja. Upah minimum disana sekitar ¥1000-1200/jam. Harga buku ¥900-1300.
Di Jerman, satu buku = satu makan siang. Hanya dengan 2 jam kerja.
Di Inggris, satu buku bisa dibeli hanya dengan setengah jam kerja. Buku bukan jadi barang yang harus ditimbang antara 'beli atau tidak' buku sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti roti.
Di Norwegia, negara ikut menanggung harga buku, negara hadir memberikan subsidi dan distribusi yang merata, karena mereka percaya: bangsa yang cerdas dimulai dari buku yang mudah disentuh.
Di Malaysia. Buku masih bisa dijangkau hanya dengan 2 jam kerja.
Singapura. Satu buku bisa dibeli dari sisa makan siang.
real banget. giliran mbg mau distop langsung pada bingung mau kerja apa. emang core problem-nya tuh bukan anak sekolah kelaparan, tapi lapangan kerja yang beneran gak ada. we are literally fighting for our lives nyari kerjaan 💀
Laki2 disatuin ama gay ngerasa ga aman soalnya takut dilecehin meanwhile perempuan disatuin ama lesbi aman2 aja berarti emg masalahnya di laki yang nafsuan dan menormalisasi pelecehan (izin🙏🙏)