bagaimana jika kita selami dalam-dalam luka yang ada, sampai bisa mengakar lalu tumbuh kembali sebagai nyawa yang baru. jika kamu setuju, ikuti aku. ๐ฅ
Jika nanti di depan sana aku terjatuh, lalu tertimpa sesuatu dan terluka.
Aku hanya meminta, bisikkan kata penenang sementara kepada saraf pendengaranku : โAyo sedikit lagi, tenang; apapun yang terjadi, aku akan tetap berada di sampingmuโ
aku tidak akan membuktikan apa-apa lagi, terserah saja, aku sudah tak peduli.
yakini saja pilihanmu itu, tinggalkan sajalah aku, ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ atau ๐๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ๐ฎ๐น apapun nanti, itu ๐๐ช๐ ๐๐ฃ ๐ก๐๐๐ ๐ช๐ง๐ช๐จ๐๐ฃ๐ ๐ช.
aku tak perlu menjadi siapapun agar layak dicintai bukan? sama denganmu, kamu tak perlu menjadi yang bukan dirimu di depanku.
tapi jika ada hal yang kurang baik ada padamu dan kamu ingin mengubahnya, dengan senang hati aku bisa menerimanyaโ apapun itu tentangmu.
tidak perlu menarikku kembali, aku telah mengemas diriku yang baru,
dan tak perlu bertanya โkemana diriku yang dulu?โ ia telah tiada, semenjak berani memilih dirinya sendiri.
aku juga tak mampu merawat kita seorang diri, aku juga tak mampu jika hanya aku yang selalu mencoba mengerti lalu memperbaiki, dan aku tak mampu jika hanya aku yang bermimpi kalau
๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐.
hiduplah dengan tenang, percayalah sesuatu itu terjadi karena sebuah alasan sebab kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasan.
maka bersabarlah, agar satu per satu yang terjadi terlihat masuk akal.
pada dasarnya laut itu sangat indah, tetapi aku juga ingat โ semakin aku menyelaminya hanyalah gelap yang kutemukan di sana.
aku juga tau, semua isi lautan itu
pun bukan milikku.
aku pikir rasa kekhawatirannya bentuk dari rasa sayangnya padaku, nyatanya aku salah.
ia hanya memastikan rasa takutnya padaapa yang ia lakukan di belakangku ๐ฉ๐๐๐๐ ๐ฉ๐๐ง๐๐๐๐ ๐ฅ๐๐๐๐ฃ๐ฎ๐.