Periode Penuh Konspirasi paling gila di Indonesia sepertinya bukan pada akhir zaman Suharto, tapi pada zaman Habibie.
Selama 1998-1999, terjadi berbagai Event yang lebih aneh, misterius, atau ditutup-tutupi jauh melampaui Mei 98.
Sejahat-jahatnya Mei 98, kita masih *membicarakannya*.
Kita bahkan tidak tahu harus membicarakan apa tentang Zaman Edan 1998-1999 (arguably baru benar benar padam tahun 2004). Peristiwanya terlalu banyak, beragam, tersebar di berbagai daerah. Aktornya pun beda-beda. (Kecuali, jangan jangan???).
Sesimpel nama saja tidak jelas. Misal, "Pembantaian Banyuwangi" yang memuncak sekitar Agustus-September 1998 ternyata meluas ke seantero Jawa Timur dan Pantura.
Apa yang mau dibahas? Karena tidak dibahas, akhirnya terlupakan zaman. Kalau ada sekelompok Dalang yang bermain di situ, kita tidak paham siapa dia, apa maunya, apa yang dia lakukan, ataupun apa yang berhasil dia capai atau lindungi.
Kecil kemungkinan Presiden Habibie terlibat langsung dalam Peristiwa-Peristiwa yang serius, mengingat beliau tidak punya power (kecuali mungkin Bank Bali).
Atau, kalau dibalik: terjadi berbagai Peristiwa, diakibatkan karena Habibie yang lemah tidak punya kuasa untuk sepenuhnya memegang kendali kamtib 🤐😬.
Yah, setidaknya, alhamdulillah Habibie berhasil mengendalikan ekonomi. Patut disyukuri. Bayangkan kalau Habibie juga gagal di sini, mampuslah kita.
---
Dahulu ada idiom miring di masyarakat: "Orang yang diculik P****** balik, orang yang diculik W****** gaada yang balik."
Yang lebih menarik adalah bahwa P****** viral ketahuan menculik orang. Ini ada tiga penjelasan: (1) skill issue taktis dan strategis, (2) skill issue politik internal, (3) karena beliau nyalon, sehingga serangan politik terhadapnya sangat gencar.
Bagaimana dengan yang nggak nyalon?
Bagaimana dengan yang merasa nggak perlu nyalon?
Israel is the only country on the planet that has the license to kill, destroy, steal, rape and lie. They’re also licensed with the idea of playing the victim after doing all those crimes.