terharu banget liat video ini huhu 😭
waktu hotel ini mau dibangun, pengelolanya menemukan kalo lokasi tersebut ternyata udah lama jadi jalur kawanan gajah menuju pohon mangga liar.
akhirnya, jalur itu tetap dipertahankan.
jadi, kalo kita nginep di sini pas musim mangga, tamu diminta memberi jalan sambil menikmati momen langka ini dari jarak aman.
bahkan lobi hotel sengaja dibuat terbuka supaya gajah bisa melintas lewat resepsionis menuju pohon mangga favorit mereka 🥹❤️
Nu asalna bobotoh dilelewe, dikekeak, digogoreng padah loba insiden konvoi kamari. Akhirna kalimat-kalimat eta ngadon dijadikeun template ku bobotoh sorangan jang ngomentaran konvoi PSG. Tanda bobotoh mah teu baperan, ngadon jadi bahan balodor kieu 😂
Menurut saya, dari tiga kali perayaan Persib juara, kali ini yang terburuk.
Bojan ngamuk, Haye ngamuk, Barba ngamuk, Jung ngamuk & Putros hilang hape. Ini semua fatal.
Kesalahan utama adalah pemilihan venue di Asia Afrika, berikutnya tidak ada pengamanan berarti untuk clear area sepanjang jalur konvoi.
Kalau mau contoh klub2 eropa sebenernya bisa. Jalur dibuat steril pake pagar barikade berikut dijaga oleh satuan pengamanan setiap 5 meter, jarak clear area 1-2 meter. Tapi ini nampaknya gak mau atau gak mampu? Entahlah.
Bobotoh juga sebenernya mau diatur kok. Contoh konkrit, pas match terakhir gak ada tuh yg turun ke lapangan seperti tahun sebelumnya. Ini berlangsung organik dari komunitas2 yg aktif bikin himbauan, senior2nya juga turun jagain. Lah pas hari H konvoi, sama sekali gak ada yang ngatur crowd di lapangan. Gimana mau teratur kalo gak ada yang ngatur?
Kritik ketidaknyamanan dari warga akibat konvoi jg sebetulnya valid, yang tidak itu anda-anda yang berlaku klasis & elitis sampai berlaku rasis! Mending menta hampura, bisi kena hukum adat.
Ieu nu dagang bendera Persib sapapanjang jalan leuwih loba tibatan nu dagang bendera Indonesia pas rek 17-an, bukti orang Bandung teu apple to apple lamun ditanya cinta Persib atau cinta Timnas 😂
Ngomong-ngomong soal rival, untuk saya pribadi rasanya rival dari Persib saat ini bukan PSMS, Persija, atau bahkan Borneo yang secara performa bisa sebanding.
Untuk saya, rival abadi Persib adalah Persib itu sendiri.
Sebuah tim yang kaya akan sejarah yang menyertai, publik yang membersamai, dan harapan-harapan yang berjalan bersamanya. Perjalanan panjang yang sebentar lagi akan menuliskan sejarah baru, menuliskan harapan baru, serta mimpi-mimpi baru bagi jutaan orang yang menyebutnya kebanggaan.
Pada hakikatnya lawan Persib adalah diri mereka sendiri. Tidak ada yang bisa disalahkan selain cermin. Bukan lawan di lapangan, bukan pula sang pengambil keputusan.
Pertanyaan yang muncul pada akhirnya akan selalu sama, "sudahkah manajemen benar-benar serius?"; "Sudahkah para pemain melepas ego mereka di luar pintu ruang ganti sebelum masuk ke lapangan?" dan dengan pertanyaan yang sama, "Sudahkah kita, sebagai bobotoh, mencintai dengan cara yang mendewasakan, bukan hanya dengan cara yang membakar?"
Pertanyaan dan kondisi yang muncul, menyimpan jawaban atas banyak pertanyaan tentang masa depan.
Persib punya semua bahan untuk menjadi besar. Bobotoh yang jumlahnya jutaan, sejarah yang panjang dan membanggakan, dan rasa cinta yang tidak pernah benar-benar padam.
Tapi saya rasa cinta saja tidak pernah cukup. Cinta butuh bukti. Dan bukti hanya bisa lahir dari dalam. Dari keseriusan, dari kerja keras yang bukan hanya soal penampilan, serta keberanian untuk mencintai tim ini dengan cara yang lebih dari sekadar rasa bangga.
Pada akhirnya, buat saya rival dari Persib bukan yang pakai jersey merah di Jakarta ataupun yang berteriak dengan lantang dari utara pulau Sumatera.
Rival persib ada di ruang ganti. Di meja direksi, di sesi latihan, di keputusan-keputusan kecil yang menentukan arah dari tim ini.
Kalahkan itu dulu. Janji untuk sebuah kehormatan.
Dan jika Persib bisa mengalahkan dirinya sendiri,
dengan serius,
dengan jujur,
dengan lapar,
maka tidak ada lawan di lapangan yang benar-benar perlu ditakuti.
Itu yang saya percaya. Itu yang membuat saya masih percaya, dan akan selalu percaya.
Hatur nuhun, @persib.
Salawasna, sabubukna!
-
📷: @officialvpc
Masih merinding sampe sekarang. More than a goal, it’s a monumental event throughout this season for Persib. Gol yang menggambarkan musim yang dijalani: jangan berhenti walau terpuruk, teruslah berusaha sampai waktunya tiba.
Lebih dari sekedar klub. Persib Bandung. 💙
#BandungFootball #BFCOM #Persib #Bobotoh
Bobotoh, kita akui saja kalo Jakarta EMANG DI ATAS Bandung, TAPI bukan dalam sepak bola
Lebih ke:
1. Transportasi publik yang lebih maju
2. UMR yang lebih tinggi
Sekian
Bro, ieu mah sekadar saran nya:
maraneh bebas rek ngomentaran vibes na, bebas rek ngomentaran cara penyampaian na.
Tapi, mun ngomong doi siga "tukang parkir" mah naon beda na arurang jeung nu sok ngomong "tukang cilok"
Bibit-bibit Fasis kadang terlontar dengan tidak sadar 🙏