@Lujenntod kemarin agak delay karena nyangkut sebentar di custom sih, tapi setelah surat custom dikirim langsung sampai rumahh.. harganya juga transparan kok dan sangat detail, fast respon juga
Thank you for your concern about the current situation in Japan.
Even though so many people overseas are concerned about us, more than half of Japanese people still seem unaware.
It's not that they're unaware, but rather that they have no interest.
Talking about politics is taboo in Japan, so there's no opportunity to talk about it.
Because that's how we were raised, people sometimes think we're weird if we do.
They don't tell us why, but I now understand that it's because it's inconvenient for politicians.
Many young people don't understand that politics is directly connected to our lives.
And the media hides anything that's inconvenient for the government.
Both the government and the media have no qualms about lying.
Last month's election was riddled with fraud.
The Japanese Bar Association called for a rerun, but there will be no rerun.
Many Japanese people realize that something is wrong with this situation.
But even if we all raise our voices, the government won't listen.
They're moving forward in a direction that's completely opposite to the will of the people.
Many mosques are being built.
Kindergartens and schools that do not serve pork have appeared.
More companies are building prayer spaces.
Some kindergartens even teach children how to pray.
The number of Japanese store clerks has decreased.
Many companies are firing Japanese employees and hiring immigrants, claiming to be short-staffed.
This is because they receive subsidies from the government.
If they marry a Japanese woman and have children, they are given large sums of money paid for by Japanese taxes.
Many immigrants make advances on Japanese women in the hopes of obtaining permanent visas and making money.
More and more Japanese are being killed by immigrants.
Shrines and temples have also been devastated.
Japanese people are killed or raped, but no charges are filed.
It's because they don't speak Japanese.
Is this multicultural coexistence?
Japanese people are not allowed to own guns.
Japanese police officers do not carry tasers.
Carrying pepper spray is also prohibited by law.
If attacked, they have no weapons and can only resist with force.
Japanese people have deepened interactions with people from many different countries.
While there are some discriminatory people, most have never thought of it that way.
That's still the case today.
We are not discriminating, we are making distinctions.
From 2027, a large number of immigrants will be entering the country.
Many have already arrived, but...
Japan is no longer Japan. It is already becoming a different country.
We must not allow immigrants into Japan.
Sorry this is so long.
I used a translator, so there might be some strange language in some parts.
Thank you for reading this far.
dulu waktu di sydney pernah kenal anak perempuan dari suriah, waktu itu dia masih 19 tahun, dia cerita kalo takut bgt sama suara geledek/petir, karena mirip suara bom dan rudal ketika dia masih kecil di suriah 🥺😢
*me nyelipin masalah kesetaraan gender di dalam penjelasan materi sosiologi tentang mobilitas sosial*
Murid cowok: “pak berarti kalau ada kesetaraan gender gitu kita boleh nabok cewek dong”
Me: “dek, semisal gaada kesetaraan gender pun kamu tiba2 nabok sesama cowok tanpa sebab jelas ya salah itu namanya”
Murid cowok: “iya juga ya pak”
Me: “kenapa sih beberapa di antara kalian kalau ngomongin masalah kesetaraan gender selalu yang diperhatikan masalah berantem sama cewek, cewek harus ngerasain jadi kuli, atau boleh bales nabok cewek, kesetaraan gender itu fokusnya dimana cewek dan cowok punya kesempatan yang sama di berbagai bidang, di kesehatan, pendidikan, kesempatan kerja, pemilihan nasib dll, jangan selalu yang dibicarakan masalah anarkisnya. Ini kak kakak membicarakan mobilitas sosial, jadi maksud kakak supaya tanpa ada diskiriminasi gender, seorang perempuan seharusnya bisa bermobilitas sosial vertikal naik tanpa halangan yang ga perlu”
Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya.
'Mama, saya minta buku dan pena'
Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk.
Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan.
Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja.
Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa.
Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI.
Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok.
Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.
Habis "kapitil" terbitlah "Tailan"
Ya, betul saudara2. Per Mei 2025, nama resmi Thailand berubah menjadi Tailan dalam bahasa Indonesia.
Ini adalah keputusan yang dibuat oleh BIG (Badan Informasi Geospasial) setelah berkonsultasi dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Luar Negeri, dan eksper (ya, ini baku saudara2) dari Fakultas Ilmu dan Budaya Universitas Indonesia.
(MUSLIM ONLY)
yep, jual beli misteri box maupun blind box pun termasuk judi ya guys, thats why ini haram.
karena walau baik pembeli maupun penjual sama sama rela dan setuju, tetap ga mengubah hukumnya. karena dlm blind box ada konsep gharar (tidak jelas/tidak pasti) dan maysir (untung untungan dan spekulasi).
jd kalo mau beli blind box, beli lah yg udh dibuka sama penjualnya (kan ada tuh bbrp penjual yg begini). jd kita udh pasti dan jelas dapetnya apa