Yes!! Really happy with this one! Enjoyed the battles on track and great to be in the fight again. Strong result from the team @redbullracing ๐
Proud and thankful for all the orange support around the track this weekend ๐
๐จ Meski gagal kejar George Russell dan alami insiden parah pada kualifikasi dengan segala kesulitan di mobil RB22, Max Verstappen jalani balapan terbaiknya musim ini di GP Austria.
Lolos dari momok kopling soak, Verstappen start mulus dan langsung mengancam baris depan. Berhasil salip Lewis Hamilton, tujuan Verstappen jelas kalau dia incar kemenangan perdana musim ini.
Strategi Red Bull sudah benar dengan incar tyre-offset, meskipun mungkin Max stay out agak terlalu lama sehingga dia kehabisan lap ketika berusaha kejar Russell.
Namun yang utama bagi Verstappen adalah upgrade Red Bull walau masih simpan sejumlah masalah, nampaknya bekerja dengan baik ketika sudah dapatkan setup optimal: pada kualifikasi dia bisa ancam baris depan, kemudian saat race kecepatannya bisa saingi Mercedes.
Pertanyaannya sama seperti Ferrari: bisa sustain di balapan berikutnya atau tidak ๐
@baseconvo loh kalian kan pengen dihargain pendapat dan pilihannya. kenapa ga menghargain pendapat dan pillihan orang lain juga? lagian itu normal kok wkwk
TIM BANGSAT TIM KAMPRET TIM KONTOL BUBARIN AJA LAH ITU TIM KAGAK JELAS SEMUA BUBAR LU SEMUA 6 RACE 2 DNF TAI TAIIIIIII SEKALINYA CAHSSIS GAK ANEH" PU-NYA JELEK KONTOL LU SEMUA YG BILANG MESIN MEREKA BAGUS MANA ADA MESIN BAGUS 2 KALI RACE DNF TAIIIII
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke ๐ฎ๐ฉ, apalagi Dubes ๐ฎ๐ฉ di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
Memanjatkan rasa syukur tak terhingga ketika menyaksikan Tia naik ke atas panggung wisuda di Harvard, menerima ijazah sambil menggendong Ibrahim, lalu Ali berdiri menyambut di samping panggung.
Setahun lalu, kami melepas Tia dan Ali berangkat dengan bayi yang baru berusia satu bulan. Tentu, ada rasa khawatir yang manusiawi. Mereka menjadi orangtua baru di negeri asing saja sudah merupakan tantangan besar, apalagi ketika dijalani beriringan dengan studi master di universitas dengan tuntutan akademik yang sangat tinggi seperti kampus ini.
Alhamdulillah, masa penuh perjuangan itu tuntas mereka lalui. Ijazah Master of Education dari Harvard Graduate School of Education yang diterima hari ini adalah simbol pencapaian akademik, yang di baliknya ada harga kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang mereka bertiga harus bayar sebagai keluarga muda.
Terima kasih kepada semua yang telah mendoakan dan memberikan dukungan selama mereka menjalani babak kehidupan di Cambridge, Massachusetts, ini.
Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka ke depan, serta ilmu yang didapat bisa menjadi bekal kontribusi Tia dan Ali bagi bangsa dan bagi lingkungan di sekitar mereka. Aamiin yra.