Bagi yang belum tau Montessori, sini aku jelasin sedikit.
Montessori = Metode belajar yang berbasis Pengalaman.
Pada metode ini berkata marwahnya anak itu BERMAIN. Jadi belajar dengan metode ini ya bermain. Tujuan belajar pake metode ini adalah KEMANDIRIAN.
Kalo datang ke sekolah dengan metode Montessori, anak anak bisa memilih mainan yang dia suka dan berbeda dgn teman lainnya. Anak anak dibiarkan memilih rencananya sendiri untuk belajar apa yang mereka mau. Makanya Montessori terkenal dengan "Freedom within Limits". Kebebasan dengan batasan, boleh belajar apapun selama tidak mengganggu yang lain.
Tapi ini jadi challenging juga. Bahkan ad ayang bilang metode Montessori ini buat orang orang yang mampu aja. Kenapa gitu?
Karena di Montessori bagian utamanya adalah membuat bermain itu sejalan dengan capaian tumbuh kembang anak. Kita jadi harus extra tenaga dan uang untuk menyediakan tempat bermain anak seperti belajar dengan pengalaman langsung, membuat alat peraga, dan membuat lingkungan yang super tertata rapih utk bermain dan belajar.
Kalian setuju anak sering ikut lomba dan kompetisi apa engga?
Kok saya lebih suka yang ini ya. Keknya ada benernya dan lebih less pressure buat anak dan ortunya.🙈
Kalo kalian gimana?
Wahai kalian mahasiswa dan alumni ITB (dari dosen, mahasiswa, sampe ketua senat atau himpunan), kalau kalian menggagalkan ITB punya dapur MBG aja gak bisa, kalau ITB jadi SPPG aja gak bisa kalian gagalin, jangan ajarin rakyat Bandung cara bersikap & menghayati hidup sehari-hari
Enggak. Institut Teknologi Borjuis ini emang harus di-callout biar pada sadar.
Ga perlu ditakutkan soal hubungan bobotoh sama mahasiswa. Asal ketemu di jalan, semua akan beres. Yang di Bandung tahu harus kongkow di mana dan kapan.
Kaleum.
Kalo massa aksi dikejar-kejar aparat dan kampus kalian gak pernah mau buka jalur evakuasi, udah bener mending kalian pikirin aja mantan presiden atau pejabrut mana lagi yg lukisannya mau kalian pajang di Pasar Seni berikutnya.
🚨 BREAKING NEWS 🚨
👤: "Gila, mahasiswa ITB akhirnya keluar dari zona nyaman dan turun ke jalan! Negara lagi darurat kah?!"
🧠: "Lebih parah dari itu..."
👤: "Hah? Rezim tumbang? Krisis ekonomi?!"
🧠: "Kagak, gerbang kampus dicoret pilox suporter, jalanan stuck total, mereka kelaparan gak bisa pesen GoFood 3 jam."
Isu???
Perpres 118/2025 tentang APBN 2026 menunjukkan alokasi dana untuk Badan Gizi Nasional dari anggaran pendidikan sebesar 223T.
Saat ini sedang ada 3 gugatan dari masyarakat yang diajukan ke MK terkait hal ini.
ISU?!?!?!
Berarti yang baru lulus PPG dan Serdos (Guru dan Dosen), gak akan cair sampe anggarannya ada. Dan kapannya belum jelas.
TPG: Guru Madrasah
TPD: Dosen di bawah Kemenag.
Bulan Januari belum beres, dampak seretnya anggaran pendidikan sudah terasa. Gelap.
Sayaq selalu sedih ketika expert diperlakukan begini. Kita ini kayanya gak pernah belajar. Muncul sosok, orang-orang bodoh menyertai, meramaikan, anti-kritik. Muncul lain lagi, pola begitu lagi.
Kembali ke puncak klasemen, walau pertandingan kurang greget. Taktik Bojan di luar presiksi, Mbarros lagi under perform, walau lini belakang solid. Kakang was-was di babak 1, sisanya banyak buang-buang peluang. Man of the match? Usep Ramdani. 😂
Baca replies dan QRT, trus inget mas-mas gondrong yang dulu diledekin netizen pas ngobrol/podcast sama temennya yang bilang "lo punya duit lo punya kuasa (sambil nunjuk ke atas) bagi gua kaga men". Ini aplikasi memang kadang mengejutkan.
Australia udah ngelarang medsos bagi usia di bawah 16 tahun. Swedia lagi shifting pendidikannya dari digital-oriented ke literasi tradisional.
Negara berkembangnya lagi euforia digitalisasi, negara majunya mulai dedigitalisasi.
Imah aing kabanjiran paaaak, di Dayeuhkolot. Dieu atuh bantuan.
Pembela beliau be like:
"Eta mah urusan bupati na?"
Nya Padang ge sanes urusan bapa, aya kepala daerah na masing-masing. Banjir di dieu mah geus sidik urusan bapa, dieu bantuan.