Semakin dewasa, semakin sedikit pula pertemanan yang saya pelihara. Jika orang tidak membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik, maka saya akan keluar dari pertemanan tersebut.
Tentunya pertemanan tidak menjadi menyenangkan dan berkualitas jika salah satu harus mengasuh yang lainnya. Setiap orang datang dari latar belakang berbeda, jika dapat saling toleransi dan beradaptasi maka pertemanan tercipta. Jika hanya satu pihak saja yang melakukannya, sulit.
Mungkin dulu kita nyaman dengan mereka, namun ketika kita tumbuh dewasa dan mereka belum, mau tidak mau kita harus meninggalkan mereka sementara sampai mereka satu level kedewasaan dengan kita, karena orang dewasa yang berteman dengan anak2 itu bukan berteman, tapi mengasuh.
Semakin kita bertambah dewasa, semakin kita dapat melihat orang2 yang tidak tumbuh sejalan dengan kita, dan memang bukan orang2 yang dapat membuat kita berubah ke arah yang lebih baik.
Kadang mengherankan betapa orang yang kita tahu sungguh licik dan jahat pada orang lain serta punya banyak aib, justru terus selamat dan makin sukses karirnya.
Toh di akhirat kita nggak dipandang dari image yang kita bangun di dunia, jadi percuma aja kita bangun image di mata manusia, Tuhan tau semua, di mata Tuhan, belum tentu kita yang punya image baik justru lebih baik daripada orang yang punya image buruk di dunia.
Liat kolom komen postingan ig akun2 yg spread awareness ttg covid lgs OMG ternyata masyarakat kebanyakan pola pikirnya gini amat, ga heran covidnya menjadi-jadi🥲