as someone who’s always hard on herself, i truly deserve someone who appreciates even the smallest things i do, someone who does things without me having to ask, & who reminds me that i’ve done enough, even when i don’t feel that way.
gue pernah menyebut nama orang tua gue dalam doa, lalu merasa bersalah karna tidak menyebut nama kakak gue juga, dan merasa bersalah untuk nama saudara-saudara gue, jadi akhirnya gue menyebut nama seluruh populasi didunia dalam doa gue😭😭😭
After break up gw.
Belajar boundaries, attachment, detachment, self worth, dan ternyata gak semua yang gw sayang harus gw pertahanin.
Dulu gw kira move on itu soal melupain seseorang.
Ternyata lebih ke belajar balik jadi diri sendiri.
Ternyata dari sudut psikologi, kalau seorang wanita makin hilang motivasi, selalu pengen tidur, dan hal yang dulu bikin dia senyum sekarang udah nggak bawa rasa apa-apa, kalau spark-nya makin padam, gampang banget tersentuh atau ke-trigger meski hal sepele.
Lalu mulai nggak peduli sama diri sendiri, makan nggak teratur, tidur juga nggak pernah cukup, itu bukan tanda dia malas. Itu tanda dia sedang kelelahan secara batin, hatinya sudah terlalu lama menahan beban yang nggak bisa diucapkan.
gak ada yang notice tangisanmu, gak ada yang notice kesedihanmu, gak ada yang notice rasa sakitmu. tapi anehnya, selalu ada yang notice kesalahanmu sekecil apapun itu....
udah berkali-kali dibilang, komunikasi itu penting. kalau ada yang lu nggak suka, bilang. kalau ada yang mengganjal, omongin. jangan berharap orang paham cuma dari kode-kode di story atau repost-an lu doang, terus kecewa karena nggak ada yang nangkep. come on, we’re adults. stop making people guess what’s going on inside your head.