meanwhile kemarin salah satu sekretaris pribadi prabowo abis priwed di prambanan sewa 3 hari pake kembang api gede bgt dan ganggu masyarakat, penasaran dikit gmn izinnya😅 btw bgus min, gw suka nih yg taat peraturan gini
24 jam sejak tweet ini diposting, alhamdulillah udah tembus 10% dari target🤍🧍🏻
makasih banyak buat semua yang udah support, semoga setiap kebaikan yang kalian kasih dibalas berlipat ganda dengan rezeki, kesehatan, dan segala urusannya dimudahkannn. aamiin🫰🏻
kalau baru lihat tweet ini, boleh bantu rt tweet di bawah yaa. semoga bisa sampai ke lebih banyak orang yang berkenan membantuuuu. terima kasih banyakkkkk💗🙋🏻♀️
gak ada minta maafnya sama sekali guys udah di call out pun, replyku malah dia hide. ketauan yang punya mah kan yang penting “udah dihapus postingannya”~
200 dollar gajian pake konten orang nich meeeeen. oh gitu kelakuan people have
Pakar:
Pipa PVC tidak diatur sebagai bahan yang dapat bersentuhan langsung dengan pangan dan tidak digunakan untuk suhu tinggi.
Ada potensi perpindahan senyawa kimia dari material plastik ke makanan terutama jika pada suhu tinggi.
Saya pikir bakal tahan 1 hari.
Ternyata 10 menit doang? Wkkkkk
Makanya, wa bilang apa, minimal banget itu yg dapat sanksi itu harusnya pemilik usaha juga. Jangan hanya pemilik mobil.
masih inget gue bapak Suderajat yang jualan es gabus, tiba-tiba disamperin 4-5 orang aparat mau beli es gabusnya lalu dibejek-bejek, dilempar ke mukanya, ditendang, ditonjok pake cincin gede, dijejelin es gabusnya “biar kamu aja yang modar ya”, disuruh minum air comberan, dipaksa ngaku itu es gabus dari busa, sampe trauma gak jualan lagi takut dikeroyok, beliau dhuafa, punya 5 anak cuman 2 yang sekolah, pedih hati gue. terus ngeliat penangkapan Taufik Hidayat, masih mulus, aparatnya haha hihi sambil selfie bareng, sedangkan korban ngomong aja kesulitan. oalah ternyata “sudah kenal” gatau sih gue ni orang bakal bisa “diapa-apain” oleh napi lain apa nggak yaa, bisa aja ditempatkan dalam sel khusus, tolong banget dikawal dan dikulitin yang terkait juga
Di Halmahera, ada suku Togutil yang tiap tahun minta listrik ke IWIP.
Tiap tahun dijawab: "tunggu nanti."
Di sebelah desa mereka berdiri IWIP , smelter nikel terbesar di dunia.
11 PLTU captive.
3.400 megawatt.
Cukup untuk menyalakan jutaan rumah.
Indonesia menyuplai nikel untuk baterai kendaraan listrik global.
Sungai di sekitar IWIP tercemar.
Ladang warga hancur.
Tapi suku Togutil tetap gelap gulita.
Di forum resmi hari ini, Direktur Artikel 33 Indonesia bercerita langsung: perempuan suku Boeng-Togutil menikah usia 13 tahun, dua anaknya meninggal.
Tiap tahun minta listrik ke IWIP. Tiap tahun: "tunggu nanti, tunggu nanti."
Transisi energinya buat siapa?