Inilah negeri yang dijalankan orang-orang yang fokus ke optics.
Performative aja, selama ada kamera.
Coba jawab ini:
“Apa dampak yang lebih besar & jangka panjang yang bisa Bapak lakukan dalam kapasitas Bapak, dibanding nyerok lumpur? @ZUL_Hasan”
MIKIR! Bukan pencitraan.
ini jadi pelajaran betul lah buat kita semua, termasuk aku.
dalam situasi kaya gini, yang pertama harus diingat itu keluarga, terus tetangga terutama yang uzur dan yang ada bayi.
mulai sekarang hapal-hapal lah 2-3 rumah keliling rumah kita, entah wak sardiman kah, wak lehman kah, wak kardiman kah, atau usah dihapal nama tapi kita tau rumah mana yang ada orangtua.
jadi entah dia lagi tinggal sendiri, ga hanyut dia dibawa air.
kekgini sedih kali wak, kalo gada tetangganya, air udah sampe leher, ilang dia hanyut pun gada yang tau itu.
"buat apa? tugas pemerintah lah itu, apapulak kita yang sibuk?"
aish, kalo serentak lah kita punya pikiran gitu, binasa kita satu-satu tunggu giliran aja ini wak.
sc: https://t.co/CAQYeIIDAj
They demand your IQ-EQ-SQ tinggi ampe nyundul langit, but none of them really matter if you want to climb the hierarchy. The contract is holier than the resignation letter.
The most inhuman job ever created by humans smh
Behind this dream, there’s a quiet exhaustion no one talks about.
There’s always a price for peace, sometimes it’s time, health,youth, sleepless nights, hidden worries, and years they’ll never get back.
@MorphoMenelausX Pragmatis dengan solusi praktis menempatkan saintek pada posisi sentral untuk percepatan eksekusi, tapi lupa menempatkan arsitektur yang matang dalam hal stabilitas sosio-politik yang dapat menjadi bom waktu, dan terbukti dalam sejarah kita.