@Txtdariiugm Nih bapak omongannya di kampanye kemarin terbukti bener terus. Kalo dia udah ngasih peringatan, mending diseriusin deh. Dulu pas covid juga dia duluan yang gerak pas pejabat lain masih cengengesan, becanda nasi kucing segala macem.
bANGKEEE SEDIH BGT ANIES MASUK DEWAN PENASEHAT KOTA RIYADH😭 fuckk indooonnn!! literally our biggest what if
bsbsnya negara lain lebih appreciate blio dibanding negara sendiri😭 and now we’re stuck with the DONGO WOWO as our president
forever fuck uu 58%
Saya ada cerita seorang bapak.
Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1.
Lembur.
Utang.
Sampai jual tanah warisan.
Anaknya lulus. IPK bagus.
Wisuda lengkap dengan toga.
Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR.
Dan si bapak masih senyum bilang,
"Mungkin belum rezekinya."
Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya.
Tapi cerita si bapak.
Dia lahir tahun 70-an.
Gak tamat SMA pun bisa buka toko,
punya rumah,
besarin anak dengan layak.
Logikanya simpel dan masuk akal:
"Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah,
hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya."
Logika itu benar. Di zamannya.
Masalahnya bukan orang tua yang salah didik.
Bukan juga anaknya yang kurang usaha.
Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa.
Ijazah dulu adalah tiket.
Sekarang ijazah adalah syarat minimum.
Yang bahkan kadang pun masih belum cukup.
Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh.
Bayangin ya.
Tahun 1995,
fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan.
Sekarang,
lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun,
skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja.
Gajinya?
UMR aja belum tentu.
Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu.
Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama.
Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini:
"Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus."
"Kuliah dulu, baru enak hidupnya."
"Investasi terbaik itu pendidikan."
Nasihat itu bukan bohong.
Di zamannya, itu benar dan terbukti.
Tapi zamannya sudah ganti.
Nasihatnya tidak ikut ganti.
Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu
yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang.
Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman.
Dia cerita,
"Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw."
Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?"
"Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak."
"Bokap lu tau?"
"Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung."
Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal.
Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja.
Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya.
Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah,
jangan cuma pikirin jurusannya.
Tapi ajarin juga:
1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil.
2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan.
Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana.
3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang.
Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata.
4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan.
Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup.
Soalnya begini.
Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah.
Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya:
"Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal.
Kita harus cari tau bareng-bareng."
Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun.
Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu.
Kubu pertama bilang,
"Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar."
Kubu kedua bilang,
"Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha."
Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut:
Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya.
Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya.
Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya.
Bukan karena malas. Bukan karena manja.
Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang.
Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.
Yang ngerasa endingnya Salmokji bikin bingung, wajib nonton episode Salmokji di Midnight Horror Story (based on real story)
Yang diangkat sama film adalah the point that hantu air tuh emang bikin bingung, ga bisa bedain yang mana yang real yg mana ilusi
Jadi inget dulu sering dimarahin ortu karena ngelakuin kesalahan, terus akhirnya terpaksa bohong biar ga dimarahin.
Terus pas ketahuan bohong, ditanyain kenapa kok berani bohong? Aku jawab, “soalnya kalau jujur nanti dimarahin.”
Ortu respon, “ya kalau ga mau dimarahin jangan berbuat salah dong.”
Sempet bingung gimana caranya ya haha.
Akhirnya jadilah pribadi yang risk-averse (menghindari resiko), supaya ga melakukan kesalahan. Atau ya bohongnya mesti lebih jago biar ga ketahuan.
Pas udah dewasa (lulus kuliah), tau ga sehat. Akhirnya pelan2 merbaiki pola pikir dan karakter sendiri, dan akhirnya menerapkan pola pengasuhan yang sehat ke anak supaya ga kejadian di anakku. Breaking the cycle 😄
Kalau lo tipe yang tiap habis ngobrol langsung overthink terus, kayak:
“anjir tadi gue salah ngomong gak sih…”
“dia kepikiran gak ya sama omongan gue?”
“kenapa gue awkward banget barusan 😭”
nah itu namanya...
🧍♀️🧍♀️ guys, i found newest photobooth website, yang designnya bisa custom!
lebih keren lagi, website ini bisa import file, jadi ngga perlu take foto dulu kalo mau pakai frame lucunya 😆
allahumma inni as'aluka a handsome, wealthy, generous, loyal husband who loves me wholeheartedly, protects my happiness, stays faithful, and leads me as a good imam🙏🏼
Aku nemu do'a yang bagus banget :
"Ya Allah, mudahkanlah segala sesuatu yang sedang aku alami. Berkahilah aku dengan rezeki yang melimpah. Tenangkanlah hatiku di setiap kekhawatiran. Kelilingi aku dengan orang-orang yang baik dan penyayang, serta ampunilah segala kekurangan dan kesalahanku."
Aku mau ingetin ke kalian sesama muslim, selalu amalin ini ya sehabis sholat sunnah & fardu.. gak sampe 10 menit
1. Ayat kursi 1x
2. Ayat 1000 dinar 3x
3. Doa nabi yunus 33x
4. Potongan ayat al-insyirah 33x
gue gatau deh yang butuh baca ini siapa tapi bener deh, JUST DO IT, face it, overcome it. do it scared. do it trembling. do it ampe mual mual. life will always throw lemons at you and the sourness never fades away meski udah lo gayem ratusan kali. do it. do it for yourself.
🫶 | 2 JAM VIDEO YANG BERISI NAMA-NAMA RAKYAT GAZA KORBAN KEJAHATAN GENOSIDA ZIONISTS ISRAEL, FREE FREE PALESTINE! ALL EYES ON PALESTINE!! 🇵🇸🍉
https://t.co/PNP7lfmerk
@jjogeumssik Gimmick khas influencer 02, we couldn't give 2 fucks who you fucked, divorced, or married, may y'all motherfuckers die early for ruining this nation.
Dulu setiap kali dideketin cowok, aku selalu bilang, “I came from zero, but now I’m not zero. I know exactly what I bring to the table.”
So, if you want a seat with me, make sure you can match my pace, my energy, and my vision, because I’ve worked too hard to entertain anything less than what I deserve.