kalo belum mampu memahami perasaan orang, setidaknya pakai logika "kalo aku di gituin, pasti gak enak ya?" , prinsipnya sederhana "perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan, attitude itu bukan soal umur, tapi cara kita memperlakukan sesama."
Raditya Dika said:
"Ketenangan hidup terletak pada menjaga batas. Tidak ikut campur urusan orang lain dan tidak membiarkan orang lain ikut campur urusan kita"
ternyata bener ya, hidup ini jauh lebih tenang ketika kita tahu batasan. not everything needs our attention, not everything deserve our energy. ada hal-hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa perlu didengar, dilihat, ataupun dibahas. cukup bodo amatin aja dan bye
Presiden Finlandia Alexander Stubb.
- Bisa Finnish, Swedish, English, French, and German.
- Phd.
- Triathlete.
- Sudah menghasilkan sekira 20 buah buku dan hasil karya tertulis tentang hubungan internasional.
- Kebijakan LN bagus.
- Sempat hadir di acara baca buku untuk anak🥳
Suka banget sama Quotes ini
“Kita usahakan jadi manusia yang di otaknya ada ilmu, di dompetnya ada uang, dihatinya ada kebaikan, diwajahnya ada kepercayaan diri. Dan dijiwanya ada tanggung jawab”
Mendekati 31 tahun gue tu mulai sadar hidup itu ga magically jadi tenang cuma karena gaji lo udah cukup atau kerja lo keliatan bagus dari luar.
Sekarang gue kerja di luar negeri. Income jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu. Bisa beli hal-hal yang dulu cuma dipikirin. Bisa bantu keluarga. Bisa nabung dan bangun aset.
Tapi apakah hidup otomatis jadi enak?
Ngga juga.
Karena tiap fase hidup itu ada bebannya sendiri.
Waktu belum punya uang, bebannya survival. Pas mulai punya uang, bebannya berubah jadi responsibility, masa depan, keluarga, kesehatan, dan pressure buat tetap stabil.
Dulu gue pikir kalau suatu hari gue “berhasil”, semuanya bakal terasa ringan.
Ternyata engga.
Yang berubah cuma jenis problemnya. Dan makin dewasa, gue juga makin sadar kalau banyak orang yang keliatan “udah jadi” ternyata juga lagi berjuang dengan pikirannya masing-masing.
Ada yang capek jaga performa.
Ada yang takut kehilangan stabilitas.
Ada yang bingung soal arah hidup. Ada yang kesepian walaupun karirnya bagus.
Makanya sekarang gue mulai berhenti ngelihat hidup orang cuma dari permukaan. Karena kita semua lagi bawa sesuatu.Mungkin bentuknya beda-beda aja. Dan menurut gue, salah satu tanda kita mulai dewasa itu ketika kita ngerti:
Hidup ga harus sempurna untuk tetap disyukuri.
Terkadang manusia ada "human error" nya, jadi wajar kalau melakukan kesalahan.
Gue belajar untuk tidak mempersulit hidup orang lain supaya hidup gue juga tidak dipersulit orang lain. Semoga rasa toleransi gue terhadap kesalahan orang lain, bisa membuat orang lain juga menoleransi kesalahan gue di kemudian hari.
Ngeliat kasus FH UI, aku semakin yakin kalau ngajarin anak laki-laki jauh lebih susah daripada anak perempuan.
Ngajarin jangan body shaming, ngajarin respect, ngajarin harus ada boundaries, educate biar gak ngelecehin perempuan.
PLEASE ✨ EDUCATE ✨ YOUR ✨ SON