Anak-anak didorong-dorong, diseret-seret oleh sejumlah polisi yang memakai baju putih. Bahkan ada santri seusia SMA yang ikut dibawa truk, dan ada santri seusia SMP yang dipukul kepala sampe luka hanya gara-gara takut dan lari.
Di media beredar kabar-kabar seolah pihak pesantren mengerahkan santri-santri untuk melawan. Tapi coba dipikir: perlawanan macam apa yang tidak disenjatai sama sekali? Semua santri tidak bersenjata. Anak-anak juga masih banyak yang berseragam sekolah. Tapi pulisi? Full armed.
7 Juli 2022
Ponpes Shiddiqiyyah digeruduk ratusan atau bahkan ribuan polisi dan brimob yang bersanjata, berseragam lengkap dengan tameng. Untuk apa? Hanya untuk menangkap 1 orang.