Kita hidup di negara kebalik. Urusan publik jadi privat, urusan privat jadi publik.
Urusan privat jadi publik: kapan nikah, kapan punya anak, masih nganggur aja, kok lulusan Sarjana malah jualan online.
Urusan publik jadi privat: kdrt, penganiayaan, bullying secara verbal.
Miskin itu privilege? Ya betul. Tapi bukan untuk dirinya, melainkan orang lain.
Karena miskin itu cuma punya tiga opsi, pertama dimanfaatkan untuk bersyukur, kedua dijadiin konten, ketiga ya jadi referal si sultan binomtod.
Apa kegiatan yang memiliki pahala setara dengan nabi ayyub?
pake indihome dan telkomsel mungkin.
Hidup di Indonesia itu mudah, kalau ada produk dari plat merah, maka gunakanlah kompetitornya.