selalu menginginkan perubahan ke arah yg lebih baik, olah raga utk sehat, anti smoke, drugs n narkoba. perangi korupsi mulai dari diri sendiri. Oposisi keadilan
@SBYudhoyono Sehat n bahagia selalu pak @SBYudhoyono 🙏
Baru tau n terasa selama 10 thn hingga skrg ini, kenapa Bpk tidak tertarik sedikitpun utk merekrut LBP di posisi manapun selama kepemimpinan Bpk sebagai Presiden. Matursuwun Pak 🙏🙏🙏
@psi_id Yg cerdas n waras pasti cuek n biasa aja kalo ketemu manusia junjungan termul ini, kecuali masa bayaran yg dikerahkan supaya terlihat rame, n ada acting foto2 dgn arahan sang sutradara biar terkesan masih disukai.
Indonesia tercatat sebagai negara dengan pajak tertinggi di Asia. Ironinya infrastruktur rakyat terbengkalai, jalan-jalan rusak, SDM nya gitu-gitu aja.
Hasil pajak hanya dibuat tambal sulam kebocoran-kebocoran akibat korupsi para pejabatnya.
Peran Teddy Indra Wijaya Tidak Sebanding dengan Dino Patti Djalal dalam soal Diplomasi Internasional. Teddy hanyalah ‘tentara lompatan’ yang memanfaatkan klientelisme dan patronase. Dan baru dikenal karena menggendong perempuan yang pingsan saat kampanye Prabowo di GBK.
Pak @dinopattidjalal tidak dikenal karena viral soal yang remeh-temeh seperti itu. Dia dikenal karena rekam jejak dan kemampuan intelektual. Saya sendiri mengetahui beliau dari Buku.
Saat saya mahasiswa, buku "SBY Harus Bisa!: Seni Memimpin Ala SBY" menjadi buku bacaan dalam kelompok diskusi kami. Dari buku itu pula saya mengetahui latar belakang pak Dino.
Dino Patti Jalal adalah keturunan Minang. Dan Saya kagum pada orang Minang, karena tokoh-tokoh besar dan sebagian besar pikiran Republik itu lahir dari ide orang-orang minang.
Ayahnya Hasjim Djalal adalah seorang diplomat dan Ahli hukum laut internasional. Dan Pak Dino mengikuti jejak ayahnya menjadi diplomat Indonesia.
Dan tidak hanya menjadi diplomat, dia juga menjadi Dubes RI untuk AS, Wakil Menteri Luar Negeri (yang ‘diejek’ Teddy hanya 3 bulan), dan menjadi Juru Bicara Presiden SBY.
Dan dia memiliki rekam jejak pendidikan yang mengagumkan. Memperoleh gelar di Universitas Carleton (BA) dan Universitas Simon Fraser (MA) Canada. Dan melanjutkan gelar PhD di London School of Economics and Political Science
Untuk bicara kelas dengan Teddy Indra Wijaya sungguh sangat jauh dalam urusan pergaulan internasional.
Teddy keliling Indonesia hanya ‘mendampingi Prabowo’ tidak punya peran diplomasi apa-apa. Dia hanya mengatur urusan yang bersifat pribadi.
Pak Dino mengerti tentang diplomasi, dan berpengalaman dalam meja perundingan. Teddy sekali lagi ada disamping Prabowo, tidak punya peran diplomasi selain duduk seperti ‘ibu negara’.
Dia diuntungkan oleh kedekatan, dengan lompatan karir yang prematur. Sesuatu yang sangat merusak sistem organisasi ketentaraan.
Apakah perusak sistem seperti itu layak memberi penilaian terhadap orang lain?
Seskab Teddy Indra Wijaya .
Letkol Kopassus, mantan ajudan Prabowo, nol pengalaman diplomasi ,
merespons Dino Patti Djalal dengan sindiran: "diplomat hebat, walau cuma 3 bulan jadi Wamenlu."
Oke, Pak Letkol. Kita bedah satu-satu.
Soal biaya: Lo bilang kelebihan biaya ditanggung "pribadi Presiden." Tapi pesawat kepresidenan, pengamanan TNI-Polri, hotel protokol, tim advance, logistik 50-60 orang , itu semua tetap APBN.
Yang "pribadi" cuma excess-nya.
Dan Prabowo sendiri yang tanda tangan Inpres No. 1/2025 yang perintahkan seluruh K/L pangkas perjalanan dinas 50%.
Guru nyuruh murid hemat, gurunya keliling dunia.
Soal rombongan: Lo bangga rombongan turun dari 120 jadi 50-60 orang.
Dino tidak pernah bicara soal ukuran rombongan. Dia bicara soal frekuensi , 1 dari 6 hari Presiden ada di luar negeri.
Lo jawab pertanyaan yang tidak ditanyakan.
Soal investasi Rp 2.430 triliun: Ini total realisasi investasi PMDN + PMA tahunan , tren jangka panjang yang sudah berjalan sebelum Prabowo menjabat, dipengaruhi hilirisasi, regulasi, dan iklim global.
Lo tidak bisa buktikan berapa dari angka itu kausal dari kunker.
Berdiri di bawah hujan lalu ngaku bisa mendatangkan air.
Soal sindiran "3 bulan":
Dino punya PhD dari London School of Economics, 26 tahun karier diplomatik, 3 tahun Dubes untuk Amerika Serikat.
Yang nyindir dia adalah seorang Letkol yang jabatan Seskab-nya lahir dari loyalitas, bukan keahlian tata negara.
Di negara yang sehat, Seskab dijabat teknokrat.
Di sini, dijabat ajudan yang merangkak naik karena setia , lalu nyindir diplomat doktoral soal pengalaman.
"Speak truth to power," kata Dino.
Yang menjawab justru orang yang hidupnya melayani power.
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
@iwanpiliang7@prabowo Uda @iwanpiliang7 🙏, kita tdk menyangsikan niat baik @prabowo utk memperbaiki negara ini, tapi kita juga tdk boleh menafikan ucapan/pidato beliau dgn kenyataan yg ada, bertolak belakang. Efisiensi, malah menghamburkan uang, kejar koruptor malah buka peluang utk korupsi dll.
Demokrasi yg diperjuangkan pasca Reformasi oleh BJ Habibie, GusDur, Megawati, n semakin membaik di era @SBYudhoyono lalu rusak era @jokowi n semakin parah era @prabowo, sangat di sayangkan @AgusYudhoyono dlm barisan yg ikut merusak apa yg dulu di pertahankan dgn baik oleh bpknya.
Presiden yang nyaris 30% hari-hari jabatannya dia habiskan di negeri orang.
Pulang tanpa hasil, lalu teriak; "hai antek-antek asing", padahal dia yg paling demen sama asing.
Menebar senyum dinegeri orang, menebar ancaman dan ketakutan di Negara sendiri.
Membanggakan mobil buatan sendiri dinegara orang tetapi mengimpor ratusan ribu mobil buatan negeri orang (India) ke negera yang di pimpinnya.
Mengaum saat jadi capres mengeong saat jadi Presiden.
Dia ingin menjadi Presiden untuk menyelesaikan berbagai masalah tapi ternyata dia adalah masalah terbesar bangsa ini...
pemimpin konaha...
Ini bukan soal Teddy Indra Wijaya sebagai pribadi.
Ini soal sistem militer yang lagi dilipet seenaknya.
Begini faktanya:
Bagi lulusan Akmil 2011, seharusnya baru layak Letkol sekitar 2034.
Teddy adalah lulusan Akmil 2011, 2026 udah Letkol.
Loncat 8 tahun!!!
Dan ini bukan sekali.
Naik pangkatnya pakai istilah ajaib:
“kenaikan reguler dipercepat”
yang bahkan dikritik analis militer kayak Selamat Ginting sebagai gak ada dalam aturan TNI.
Masalah makin serius:
UU TNI cuma izinkan perwira aktif isi 10 jabatan sipil.
Seskab? Gak masuk.
Artinya?
Kalau mau jadi Seskab, harusnya mundur dulu dari TNI.
Tapi ini enggak.
Lebih aneh lagi:
Jabatan Seskab setara eselon 2.
Harusnya minimal Brigjen.
Sekarang malah cukup Letkol.
Belum cukup syarat, tapi sudah duduk.
Sementara itu:
Perwira lebih senior,
lebih lengkap pendidikan,
masih ngantri.
Pesan yang dikirim ke dalam TNI jelas:
Prestasi kalah sama kedekatan.
Kalau ini dibiarkan,
yang rusak bukan cuma satu orang.
Yang rusak: sistem.
Dan kalau militer mulai longgar terhadap aturan dan bisa dilangkahi,
yang kena dampaknya bukan cuma mereka.
Tapi kita semua.
@SigitWasito8 Dua tokoh bangsa ini telah lama eksis tanpa perpecahan sesama anak bangsa. Justru sejak junjungan kamu The King of Liar alias Raja Dusta @jomowi hadir, perpecahan terus terjadi n terus dipelihara hingga saat ini.
@KapudS640 Salah satunya akibat Presiden skrg ini meneriakkan "HIDUP JOKOWI...!!! ber xx, maka yg hidup hanya junjungannya itu, sementara rakyatnya di biarkan "hampir mati" 😎
Di suatu negara yang aneh
Negara tropis = buah mahal
Negara maritim = ikan mahal
Negara CPO = migor mahal
Negara SDA = listrik dan BBM mahal
Negara hukum = tunggu viral
Swasembada pangan = beras mahal
Bebas aktif = ikut BOP
Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi
Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe
Klaim relawan bahwa 'tidak ada pengganti Jokowi' adalah penghinaan terhadap akal sehat dan proses kaderisasi 280 juta rakyat Indonesia.
Narasi 'hanya dia satu-satunya' adalah bibit otoritarianisme yang mematikan demokrasi. Jika setelah 10 tahun memimpin hasilnya adalah ketergantungan pada satu figur, artinya pembangunan sistem dan institusi kita telah gagal total. Negara ini Republik, bukan Kerajaan atau toko kelontong keluarga.
.
@DedynurPalakka Dari narasi anda ini, bisa di simpulkan bahwa sebenarnya ijazah @jokowi itu "aspal"
Utk mendapatkan jabatan tertinggi di Republik ini dgn cara curang, jelas itu sebuah pelanggaran. Sesuatu yg sangat simpel, di buat njlimet n sangat ruwet. Dgn membayar mahal para lawyer n buzzerRp