Bapak diminta gantiin pampers anak. Masangnya miring. Anak bocor. Kasur basah.
Istri dateng, ganti ulang, beresin kasur, ganti sprei.
Bapak berdiri di samping, angkat bahu: "Yaudah kamu aja deh, Ma. Aku emang gak jago ginian."
Bapak merasa itu pengakuan jujur atas kelemahan Bapak. Rendah hati. Bahkan mungkin lucu.
Pak, itu BUKAN kelemahan. Itu STRATEGI. Dan strategi itu punya nama di dunia psikologi: Weaponized Incompetence. Ketidakmampuan yang dijadikan senjata.