Dulu orang cenderung terlalu ngorbanin diri sendiri demi mementingkan orang lain, people pleaser…
akibatnya sekarang orang cenderung terlalu mementingkan diri sendiri, self centered, yang penting aku seneng, aku untung, nggak mikirin orang lain.
Keduanya kutub ekstrem yang sama berbahayanya.
Orang yg beneran belajar nengok ke dalam diri… makin dalam, akan makin peka sama yg di luar diri: kondisi sosial, politik, dsb… Begitu juga sebaliknya.
Makin ke luar diri, akhirnya akan kembali ke dalam diri. Makin ke dalam diri, akhirnya akan bertemu sama yg di luar diri ✨
Luka batin itu nggak selalu muncul sebagai ingatan. Kadang, ia muncul dalam bentuk reaksi.
Kamu nggak ingat kejadiannya, tapi tubuhmu masih merasakannya :(
Sebuah fakta yang mungkin kamu ga suka
Orang-orang pasti pernah berpikir buruk tentang dirimu, termasuk orang terdekatmu, sahabat, orang tua, pasangan, anak
Tapi…. pikiran buruk itu tidak menihilkan kedekatan, tidak berarti mereka ga sayang, bukan artinya pasti mereka benci
Stay single itu ada sisi pahitnya.
Tapi juga ada sisi manisnya, yang nggak dialami bahkan gak bisa dibayangkan oleh yang punya pasangan.
Punya pasangan itu ada sisi manisnya.
Tapi juga ada sisi pahitnya, yang nggak dialami bahkan gak bisa dibayangkan oleh yang stay single.
😊
Bayar utang tidur yg keliru, bisa BERBAHAYA!
Kenapa?
1. Tubuh udh terlanjur lelah & kacau akibat gk tidur >2–3 hari
2. Kadar kortisol di badan terlanjur tinggi
3. Kebanyakan tidur jauh lebih berbahaya drpd kurang tidur. So balas dendam tidur seharian justru opsi yg sangat buruk.
Gw sekarang paham kenapa dulu Mba Gitasav sampe buat postingan soal childfree.
Gw baru nemu ada postingan nyindir2 orang gak punya anak lmao like I mean if you're regretting your decision why you so butthurt for other people's choice 😂
Dalam ilmu psikologi, konsep ini disebut "psychological reactance".
- awalnya, kita ingin melakukan sesuatu secara sukarela.
- lalu, ada orang yang menyuruh melalukan itu.
- kita malah jadi enggan melakukannya, karena membuat kita merasa kehilangan "kebebasan berperilaku"
Kalo nanam bibit jeruk, kita akan dapat buah jeruk. Enggak mungkin buah pisang.
Apa yg akan kita dapatkan, dipengaruhi oleh apa yg kita “tanam”: Apa yg kita lakukan sekarang.
Jadi, be mindful, hati-hati sama yg kita lakukan sekarang.
Sekarang, di sini-kini, sangatlah penting.
Berulang kali terjadi… fanatisme, mengidolakan orang sebegitunya
Salah satunya fanatisme politik
Kita dikondisikan terjerat fanatisme. Biar kita rela ngorbanin waktu, tenaga, uang demi membela mereka
Akibatnya kita saling musuhan, kecewa & menderita
Gak perlu lagi fanatisme2
“Katanya belajar menerima, kok ikut bersuara?"
Saya belajar tentang kesadaran
Bukan tiba2 lompat: “Semuanya mesti diterima.”
Kalo pencuri masuk rumah… Masak diem aja diterima. Ya perlu sadar, jadi mengusir pencurinya
Sadarlah, kapan perlu diam menerima, kapan perlu bersuara