- manusia hanya jatuh cinta 3kali sepanjang hidupnya
fase 1 :
First Love (Happiness Fase)
Semua orang pasti pernah merasakan cinta pertama. Biasanya nih cinta pertama ini adalah fase dimana kita selalu dibuai akan keindahan. Di fase ini bisa disebut juga fase bahagia. Mengapa seperti itu? karena cinta pertama tidak selalu indah. karena fase ini tidak selalu hanya berlaku pada first love saja. Tapi juga bisa di cinta kedua, ketiga, dan seterusnya.
Inti dari fase bahagia ini adalah saat kamu memandang cinta sebagai kebahagiaan, penuh dengan kebahagiaan, kamu merasa cintamu bersamanya indah-indah saja, paling bertengkar cuma masalah yang sangat sepele. Namun cinta pertama ini akan berlalu. Entah bagaimana caranya, cintamu akan berakhir.
fase 2 :
Fase Tragis
Fase yang pastinya ingin dihindari semua orang. Setelah bertemu dengan orang yang memberimu kebahagiaan ga habis habis, setelahnya mungkin kamu akan bertemu dengan seseorang yang menimbulkan rasa cinta padamu, sekaligus menjadi penyakit seperti cinta bertepuk sebelah tangan, di-ghosting, dan lain sebagainya. Emang bikin sakit, tapi bagus buat kamu kok. Dengan begitu hatimu otomatis akan menghasilkan antibodi, yang akan sangat berguna untukmu menghadapi fase-fase berikutnya.
Fase ini mungkin tidak hanya sekali, setelah melewatinya mungkin kamu akan bertemu dengan fase ini lagi. Seperti fase pertama, fase ini mungkin juga akan kamu alami dengan beberapa orang yang kamu temui. Perlahan kamu mulai belajar bahwa cinta itu bukan hanya tentang kebahagiaan.
fase 3 :
Cinta Sesungguhnya
Jika kita membatasi cinta sejati adalah cinta setelah kita menikah, mungkin salah. Bisa saja hubungan setelah menikah justru fasemu yang kedua, tiada yang tahu. Oleh karena itu, cinta sejati adalah masa kamu menerima segala kekuranganmu, paham betul akan sakit dan resiko cinta, kamu tak lagi menggantungkan kebahagiaan hanya pada cinta, namun kemudian datang seseorang yang memberikan segala keikhlasan cintanya, berbagi segalanya untukmu.
Saat fase cinta sejati itu datang, mungkin kamu tidak akan menyadarinya, kamu mengetahui suatu fase setelah fase itu berakhir, sedangkan cinta sejati tidak akan mengenal kata akhir.
Kita tidak akan tahu pasti sedang berada di fase mana. Kita akan tahu setelah fase itu berlalu, cinta bukan mengenai rotasi manusia yang hadir dalam hidupmu, namun tentang perasaanmu sendiri menghadapi cinta. Tidak ada patokan pasti fase apa yang sedang kamu alami, semua kembali pada bagaimana kamu menanggapi cinta yang sedang kamu jalani.
hubungan yang dewasa itu bukan yang 24/7 harus selalu chattingan yang terpenting selalu ngasih kabar. setiap orang punya kesibukan masing masing, saling menjaga satu sama lain entah itu hati,
Perasaan atau kesetiaan itu kuncinya.
Aku disuruh bersaing? Maaf ngga dulu. Aku udah mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tua juga saudara. Aku sakit aja banyak yang ngekhawatirin dan langsung diobatin. Mau keluar harus izin dulu ditanyain kemana dan sama siapa. Aku telat pulang langsung dicariin dan ditelfonin berulang kali. Aku ga pernah dituntut harus kayak gini harus kayak gitu. Aku mau apa aja selalu diturutin walaupun kadang harus nunggu dulu. Ga perlu bersaing aku udah cukup beruntung dalam banyak hal. Mungkin aku ga beruntung dalam hal percintaan tapi seenggaknya aku beruntung punya keluarga yang baik.
When eyang B. J. Habibie said:
Awalnya ku pikir bahwa setia adalah tidak pernah tertarik pada orang lain selain pasanganku, tapi setia adalah saat kita merasa tertarik lalu pikiran alam bawah sadar kita ingat bahwa pasangan kita lebih baik dari siapapun.
Cowo semakin kenal & tau kekurangan si cewe, dia malah semakin pngn nemenin & jagain cewenya. Yg dia selalu ingat "Ini cewe tulus bgt, ngerti semua kondisi gue, selalu ada ketika gue butuh, sering gue bikin dia nangis tapi selalu dimaafin, ga pernah minta apapun selain dihargai..
Lebih enak punya pasangan itu ketika kita udah bener-bener selesai dengan diri sendiri dan luka di masa lalu. Jalaninnya sungguh lebih enjoy dan kerasa ringan, bisa lebih fokus menyayangi pasangan dan haha hihi bersama. Hati ga menyimpan dendam, dada ga sesak, pikiran ga semrawut, lebih lega dan bahagia. Dan yang terpenting, ga menyakiti hati siapapun.
Najwa Shihab said :
Jika wanitamu berkali kali menanyakan soal kepastian itu hal yang wajar. kenapa? karena ia hanya ingin memastikan bahwa penantiannya kelak tidak sia-sia. ingat ! bahwa yang ia korbankan bukan cuma perasaan, tapi juga waktu yang tidak bisa dikembalikan.
Raditya Dika pernah berkata:
Laki laki tuh gampang untuk ngelihat dia sayang apa engga, bukan dari kata kata tapi dari perbuatannya dia ngapain bukan apa yang dia omongkan. karena semua orang bisa bilang, aku setia, aku cinta sampai mati, tapi komitmen itu dari tindakan
dalam hubungan harus saling dewasa bukan hanya untuk mengikuti egois
Saling mempercayai, bukan saling menyelidiki
Saling memahami, bukan saling menyinggung
Saling bisa mengerti, bukan saling mengikuti ambisi
Jangan sampai lo sia-siain seseorang yang ga minta apa-apa selain minta waktu lo. Lo mau sampai kapan nyiksa dia dengan sikap dan kelakuan lo? Lo emang ga takut ketika dia capek dan dia lebih memilih pergi dari lo? Jangan sampai perpisahan yang baru bisa menyadarkan lo. Karena kalo sampai itu terjadi, lo pasti bakalan nyesel seumur hidup dan nanti ga akan ada yang bisa gantiin posisi dia di hati lo.
Najwa Shihab said:
"Kenapa harus selingkuh? Kalau setia dengan satu orang lebih damai dan menyenangkan. Coba lihat mereka yang selingkuh, tidak hanya hidupnya yang hancur usahanya pun ikut hancur."
prinsip seseorang yg tulus ketika punya pasangan tuh seperti ini;
"aku ngga akan ninggalin kamu, meski kamu lagi susah. aku akan tetap bertahan, meski aku tau semua keburukanmu. tapi aku akan ninggalin kamu, saat kamu ngga lagi bersyukur dan ngga lagi menghargai perjuanganku."
nemu quotes yg indah banget, seperti ini:
"kamu berdoa minta pelangi, tapi saat langit mendadak mendung kamu bingung & ketika hujan turun membuatmu basah kamu pun berkeluh kesah, padahal mendung & hujan itu adalah pengabulan doamu demi datangnya pelangi yg kamu minta setelahnya"