Remembering the brilliant Marjane Satrapi, the extraordinary artist and filmmaker behind Persepolis.
Through this deeply personal and powerful film, she gave audiences a story of identity, freedom, exile and resistance that continues to resonate across the world.
“Kosong” bukan berarti pemerintah tidak melihat ada orang yang hidup di Papua. Tapi, pemerintah melihat tiap tanah yang masih ditutupi hutan tak ada pemiliknya.
Persis seperti kolonial melihat Indian atau Aborigin.
Israel has arrested two Palestinian women’s national team players, Natalie Abu Dayyeh & Rand Al Halawini. The Palestine FA described it as part of the systematic targeting of their athletes.
Will the same media who were concerned about Iran’s women footballers say anything now?
Americans be like: "9/11, the most shocking day in world history, when we knew we werent safe at home"
The rest of the world on a daily basis for the past century under Isreal and american t*rrorism:
En 2017 la Gran Maestra de Ajedrez Anna Muzychuk 🇺🇦se negó a jugar en Arabia Saudita 🇸🇦y dijo:
- En unos días, perderé dos títulos mundiales, uno tras otro, porque decidí no ir a Arabia Saudita. Me niego a jugar con reglas especiales, a usar abaya, y a ser acompañada por un hombre para poder salir del hotel.
En solo 5 días podría haber ganado más dinero que en docenas de torneos. Al menos, me queda la satisfacción, de que desde entonces, no se ha vuelto a celebrar ningún campeonato internacional de ajedrez en ese país.
Futbolistas y tenistas deberían tomar ejemplo.
Kenapa dapur MBG pakai skema yayasan?
Karena biar BEBAS PAJAK
Udah dapat insentif segudang, ditambah korupsi miliaran per hari, masih bebas pajak pula.
Ini namanya perampokan berjamaah dan terstruktur.
MBG = Maling Berkedok Gizi
foto PAK DADAN di mana-mana, terlihat menyedihkan. tapi ironinya, sebetulnya dia gak senaas itu.
sejak dulu sering bilang, hukuman terberat untuk koruptor itu hanya pada saat ditangkap dan jadi berita.
jadi samsak hujatan seindonesia raya, tapi bentar doang.
setelah vonis pengadilan, apapun hukumannya, hidupnya akan kembali enak.
masih bisa menjalani hidup nyaman di lapas, keluarganya tetap bergelimang harta, tau-tau sudah keluar penjara menikmati hasil jarahan yang "telah diamankan" 😄
kelak status residivis koruptor gak akan membuatnya dikucilkan, tetap dihormati lingkungannya karena masih dianggap golongan elit, punya pengaruh, banyak uang, dan banyak teman sesama elit.
masyarakat pun bisa mudah lupa.
bahkan, gak sedikit mantan koruptor bisa kembali menjadi pejabat publik. contohnya ada yang menang pileg dan sekarang jadi wakil ketua komisi VI DPR, ada pula yang dapat jabatan jadi ketua tim pakar danantara.
realitanya memang gak pernah ada sanksi hukum yang tegas dan bisa bikin jera, membuat negara kita selalu jadi surganya para koruptor.
sudah jadi rumus alam, sebuah tempat bisa jamuran karena lingkungan memberi ruang dan segala hal yang dibutuhkannya untuk hidup. :)
Kronologi memalukan yang perlu lo semua tau:
Sabtu 27 Sept 2025, wartawan CNN tanya Prabowo soal keracunan MBG (6.452 anak jadi korban per data JPPI). Prabowo jawab. Selesai.
Tapi nggak bagi Istana. Malamnya, jam 19.15, petugas BPMI mendatangi kantor CNN Indonesia dan mengambil langsung kartu pers Diana Valencia.
Alasannya? Pertanyaannya "di luar konteks agenda."
Ribuan anak keracunan makan siang subsidi triliunan rupiah itu di luar konteks?
Mensesneg Prasetyo Hadi, yang notabene jubir presiden dan atasan BPMI, cuma bilang: "ya kita cari jalan keluar terbaiklah."
Kartu baru dikembalikan Senin setelah viral dan Dewan Pers, AJI, IJTI, LBH Pers semua kompak ngecam.
Jadi begini cara kerjanya: sensor dulu, minta maaf kalau ketahuan.
Dan orang yang harusnya jaga kebebasan pers di Istana , Mensesneg , malah nunggu viral dulu baru gerak.
Ini bukan salah prosedur. Ini refleks kekuasaan.
Sumber :
https://t.co/wSaybZBylw
https://t.co/Z0EbiuajFn
https://t.co/BMzQi5VBjv
https://t.co/3HH3Nu2UeT
Jadi, ada kabar sedih dari Kalimantan Selatan. Ternyata ada situs bersejarah keren banget di sana, yaitu ratusan lukisan dinding gua yg umurnya udah 2.000 tahun. Lukisan ini jadi saksi bisu kehidupan leluhur kita zaman dulu.
Sayangnya, sekarang keberadaan situs ini lagi terancam gara2 ekspansi kebun sawit di sekitarnya. Masalahnya, akar pohon sawit, perubahan suhu di dalam gua, sampai sisa pupuk kimia bikin lukisan kuno ini perlahan rusak dan memudar.
Male officer: "He says he's been stabbed."
Female officer: "We have to check, don't we?"
Male officer: "No."
I worked in emergency care for years... YOU ALWAYS CHECK, even if you think the patient is unreliable.
The guy is on the ground and clearly in respiratory distress, telling you he's been stabbed. What the fuck is wrong with you to automatically assume he's lying?
That's gross disregard for human life and as far as I'm concerned as a non-law person; it's criminal negilence. 💀
Ini bukan soal Aryo orangnya.
Ini soal sistemnya.
Pamannya Prabowo jadi Presiden.
Ayahnya Hashim jadi Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim & Energi.
Lalu Aryo , keponakan Presiden, anak Utusan Presiden , ditunjuk jadi Wakil Ketua Umum Bidang ESDM Kadin Indonesia 2024–2029.
Mewakili seluruh kepentingan sektor energi dan tambang di kamar dagang paling berpengaruh di Indonesia.
Cek bisnisnya:
Aryo adalah Direktur Utama PT Arsari Tambang , perusahaan tambang timah keluarga di Bangka Belitung, salah satu pemain timah swasta terbesar ketiga di Indonesia.
Jadi satu orang duduk sebagai representasi sektor ESDM di Kadin, sekaligus operator bisnis tambang yang langsung terdampak regulasi di sektor yang sama.
Ayahnya di atasnya sebagai pejabat negara urusan iklim dan energi , lalu di atas semua itu, sang paman adalah Presiden.
Dan ironisnya: ayah yang jadi "Utusan Khusus Iklim" itu adalah Komisaris Utama di perusahaan tambang yang sama.
Jadi Indonesia diwakili soal perubahan iklim oleh orang yang keluarganya menambang timah.
Ini bukan nepotisme biasa.
Ini conflict of interest yang sudah dilembagakan, dan semua orang pura-pura tidak melihat.
Nanik S Deyang : Kepala BGN baru
Rekam jejaknya:
2018: Orang yang menyebarkan foto hoaks Ratna Sarumpaet di Facebook, menyebarkan kronologi "penganiayaan" fiktif via broadcast WhatsApp, dan membawa langsung Ratna menemui Prabowo untuk melaporkan kebohongan itu. Diperiksa polisi dua kali. Bersaksi di persidangan.
2019: Wakil Ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi.
September 2025: Nangis di depan kamera minta maaf soal ribuan anak keracunan MBG. Di saat yang sama, aktif menyerang balik pengkritik program di media sosial.
Juni 2026: Diangkat jadi Kepala BGN , lembaga yang ngurus makan puluhan juta anak Indonesia setiap hari.
Latar belakang gizi? Nol.
Keamanan pangan? Nol.
Yang ada: loyalitas politik sejak 2018.
Ini bukan soal kompetensi vs loyalitas lagi.
Ini soal siapa yang dipercaya ngurus makanan anak-anak lo , dan jawaban pemerintah adalah: orang yang ikut sebar hoaks 2018.