Diskusi ini terbuka untuk umum & tidak memerlukan pendaftaran. Namun kuota peserta hanya terbatas untuk 100 orang pertama yang mengakses link Zoom di atas. Jika kuota sudah penuh, diskusi akan tetap dapat disaksikan melalui saluran youtube "Indonesian Speleological Society"
Salam Speleo!
Indonesian Speleological Society mengundang para penelusur gua, pemerhati gua dan karst, maupun masyarakat umum yang tertarik dengan isu karst dan gua untuk mengikuti Diskusi Publik dengan tema "Membaca Peluang Penetapan KBAK Trenggalek"
#Speleotalks12#trenggalek
Berikut "Kronologi Aktivitas Tambang Emas oleh PT SMN dan Penolakan dari Rakyat Trenggalek".Rakyat Trenggalek sudah menolak sejak awal kehadiran PT SMN untuk melakukan aktivitas survei dan eksplorasi pertambangan emas. Meskipun Rakyat Trenggalek menolak tambang emas,
Masih dalam tema Visualisasi 3D dengan QGIS, kali ini saya membuat visualisasi Karst Rajamandala. Tapi mungkin akan menarik jika dalam twit ini saya sajikan beberapa fakta tentang kawasan ini. Silakan reply jika ada yg ingin ditanyakan ttg Rajamandala.
https://t.co/2AOqsq4ygj
Tuban tidak terpisahkan dengan pengunungan karst. Wilayah karst Tuban memiliki bentang alam yang unik, terdapat flora dan fauna langka. Karst mempunyai peran penting sebagai daerah resapan air, sumber penghidupan.
https://t.co/AGEAApDmZH
Hanya orang-orang yang rakus dan tak tahu diuntung yang melakukan penambangan di wilayah Trenggalek. Kau lihat itu gunung indah bukan! Ia bukan sekedar batu tapi memiliki fungsi yang sangat penting. Ia wilayah resapan dan tangkapan air. Ayolah bukalah otak kau!!
#AdildanLestari
Teman-teman yg terlewatkan tidak bisa mengikuti sesi berbagi pengetahuan ini bisa menyimak rekamannya di kanal YouTube kami.
https://t.co/ZcW873BYVW
🙏❤️
Penelusuran gua di masa pandemi covid-19 ini berpotensi meningkatkan dan memperluas penularan covid-19.
Semoga bisa menjadi perhatian para penelusur gua dan pengelola wisata gua.
Jaga kesehatan dan salam Speleo.
https://t.co/MEdNEGoIAU
Catatan sejarah. Ekskavasi skala besar pertama di Gua Liang Bua, Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada 28 Juli 1965 oleh tim yang dipimpin arkeolog dan misionaris Belanda Theodore L. Verhoeven. Gua dimana fosil Homo floresiensis ditemukan.
The first large scale archaeological excavation began at the limestone cave of Liang Bua, Flores #OnThisDay in 1965. A team led by Dutch priest Theodore Verhoeven and Flores local Rohkus Due Awe dug a 1.5 x 7 meter pit, uncovering multiple human skeletons. #histsci