🚨 Akun LinkedIn Aurellia Tsabitha (anak dari Menteri PU) terpantau di deactived. Menghilangkan jejak
Padahal kemarin malem masih ada.. yha. Panik ya...
From this to this
Inilah tampang NURIDIN (50 tahun) 🤬
Ajun Inspektur Polisi Satu, anggota Polres Tegal Kota, mantan Kanitreskrim Polsek Tegal Selatan, Jawa Tengah yang selama 2,5 tahun menjadikan istri sirinya:
- budak seks
- dipaksa konsumsi & meracik narkoba sabu
- disiram air keras hingga luka bakar 47% tubuh
- dipukul gagang pistol & kekerasan fisik lainnya
- diintimidasi & ancaman sebarkan video asusila
- disekap dalam rumah, dll
😭😭😭
(1)
namanya juga polisi, nih w kasih bekal;
starter pack polisi yang vibes-nya emang chaotic bet..
Jago gaslighting atasan -> punya skill tinggi buat bikin masalah yang dia bikin sendiri kelihatan kayak "tanggung jawab besar" yang dia selesaikan.
Hobi flexing akses -> dikit-dikit update story lagi rapat penting, padahal cuma jadi pengisi kursi doang biar kelihatan busy dan important.
Prinsip "Penting Fast Response" -> pas ada kasus trending atau viral, langsung paling depan buat bikin narasi, padahal tujuannya cuma biar dapet spotlight media.
Network yang sus -> circle-nya isinya bukan cuma sesama aparat, tapi juga pengusaha yang gray area biar bisa dapet "cuan" sampingan demi gaya hidup yang high maintenance.
Anti-kritik mode: on -> kalau ada yang berani nanya atau skeptis, langsung bawa-bawa "prosedur" atau "harga diri kesatuan", padahal cuma nutupin borok sendiri.
Master of Cover-up -> kalau ada anak buah yang mess up, bukan dibina, malah dipake buat jadi tameng atau dikorbanin pas keadaan udah mulai panas.
Ekspektasi vs Realita -> di depan kamera full pencitraan "ngayomi masyarakat", tapi di belakang layar vibes-nya udah kayak bos kartel yang nggak tersentuh hukum.
Basically, tipe polisi kayak gini tuh beneran red flag jalanan. Goal-nya bukan lagi buat keadilan, tapi gimana caranya "tetap aman" di dalam sistem sambil ngeruk untung sebanyak mungkin sebelum game over.
Kira-kira menurut lo, tipe begini tuh bakal survive lama atau ujung-ujungnya bakal kena karma gak nih?
Faktanya nih, lebih banyak polisi yang tumbang karena penyakit berat daripada yang gugur saat tugas pengabdian. Plot twist yang sedih banget, kan..
Dana Desa ngga bisa dicairkan klo kepala desa belum membangun Kopdes Merah Putih.
Setelah Kopdes dibangun?
Dana desa yang diterima pihak desa malah dipotong dari sebelumnya Rp1 Miliar menjadi Rp200-300 juta.
Kini dana desa bukan lagi bantuan, tapi pemerasan berbalut program.
Miris banget liat foto ini…
Foto yang seharusnya jadi kebanggaan, malah jadi bahan tertawaan sekaligus sedih mendalam.
Seorang pria asing, Gaurav Srivastava, berpakaian biasa, tersenyum lebar sambil “memberi penghargaan” ke Presiden Prabowo Subianto. Senyumnya lebar, tangannya mantap. Sementara Prabowo terima dengan serius.
Tapi kenyataannya?
Pria itu penipu kelas internasional yang pura-pura jadi agen CIA.
Dia sukses menyusup ke lingkaran elite pertahanan Indonesia, mendekati Presiden dan adiknya Hashim, lalu mengalirkan puluhan juta dollar ke perusahaannya.
Investigasi Tempo + jurnalis India ungkap semuanya.
indonesia go internasional lagi nih via ginka ginting komisaris yang viral
Bahkan Martyn Terpilowski, seorang pelaku bisnis dan tech founder, ikut mengkritik penunjukan komisaris tersebut.
Menurutnya, ini seperti "sirkus" dan menunjukkan pemerintah sudah tak peduli lagi dengan pandangan investor global.
Elu dipajakin dari A sampai Z.
A) Gaji tiap bulan dipotong pajak,
B) THR juga kena pajak,
C) Dapet bonus kena pajak juga,
D) Beli barang mahal kena pajak barang mewah,
E) Rumah kena pajak bumi dan bangunan,
F) Motor harus bayar pajak tiap tahun,
G) Mobil juga bayar pajak tiap tahun,
H) Belanja di supermarket tiap itemnya kena pajak,
I) Makan di restoran kena pajak,
J) Beli barang di luar negeri juga bayar bea cukai,
K) Bunga tabungan kena pajak juga dari negara,
L) Apply kerjaan pakai meterai, bayar ke negara,
M) Resign kerjaan juga bikin surat pernyataan pakai meterai,
N) Harga meterainya dinaikin dari 6000 ke 10000, naik 67%.
O) Ditilang juga bayarnya ke negara,
P) Bikin SKCK juga bayar ke aparat negara,
Q) Beli tanah kena pajak,
R) Beli rumah kena pajak,
S) KPR kena pajak,
T) Bayar listrik kena pajak,
U) Beli pulsa kena pajak,
V) Bayar internet kena pajak,
Yang elu dapet:
1) MBG
2) Kopdes Merah Putih
3) Sekolah Garuda
4) UKT masih tetep mahal
5) Presiden keliling dunia, pidato, keliling dunia, pidato ...
6) Wapres keliling Indonesia bagi-bagi bansos
7) Pemadaman bergilir
8) Pertamax naik
9) Korupsi BGN
10) Dubes negara lain dibiarin nunggu berbulan-bulan
11) Hakim gajinya naik, ada yang sampai 300%, tapi guru enggak
12) Kenapa gaji guru tidak bisa baik? Kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik? Uangnya gak adaaaa
13) Rupiah terendah sepanjang sejarah terhadap dolar
14) Cari kerja masih susah
15) Lima orang meninggal dunia pas training jaga toko kelontong
16) Mahasiswa BEM demo terima duit dari polisi.
17) Demo dukung MBG dapet panci, goodie bag, sama duit 100 ribu
Di twitter ada yang se-berani ini gak? Hahahaha..
Kaget banget barusan buka threads lgsg liat ginian. Dan ini harus di-abadikan wkwkwkwk..
Soalnya itu firts thread nya dia 🤣
info aja nih karna lagi rame komisaris dan direksi
ini yang paling gong
CEO DANANTARA : rosan roeslani adalah
Ketua Tim Kampanye prabowo gibran
Tugas utamanya dia waktu kampanye meliputi memimpin, mengoordinasikan, serta mengeksekusi seluruh strategi pemenangan dan operasional kampanye di tingkat nasional hingga daerah
dan sekarang dia memegang semua BUMN
dari sabang sampe merauke
dia juga mengendalikan semua dividen BUMN
yang nilainya tiap tahun puluhan triliun
jangan kaget kalo saudara,adik, sepupu, ipar,kakek,nenek, cucu,cicit dia pasti ada di BUMN
Kalo dilihat-lihat, jabatan yg sering dibagiin ke simpatisan itu komisaris ya. Tau gak kenapa komisaris ini jadi jabatan yg suka dibagiin dengan gampangnya?
Ya, karena jabatan komisaris itu :
> Kerjanya cuma ngawasin & ngasih masukan ke direksi
> gak megang operasional
> gak nentuin keputusan harian
Dan kenapa pada mau dikasih jabatan ini?
> Gajinya gede
> Gak butuh kompetensi teknis spesifik
> modal "dipercaya" aja udah cukup
> Gak ada KPI yg jelas buat dievaluasi publik
> minim risiko keliatan "gagal"
> Bisa diisi tanpa proses seleksi terbuka & gak butuh izin teknis
Beda sama direksi, itu pegang operasional langsung, kalo perusahaan ambruk ketauan siapa yg salah. Makanya posisi ini jarang dipake buat "bagi-bagi kursi".
Peringatan darurat 🚨🚨🚨🚨
Jabat menteri dan staf khusus tapi masih aja jadi komisaris. SERAKAHH WOYY SERAKAH ANJJ!!!!
Double gaji, double tunjangan dan double fasilitas
Tapi pemerintah bilang nya = Efisiensi FAKKKK!!
kuncinya bukan di almamater
tapi jaket biru itu
Skandal Ginka :
- Relawan kampanye Prabowo-Gibran 2024
- Terseret kasus dugaan bayar massa demo Rp9,3 juta untuk 70 orang
- Tidak ada proses hukum
- Hadiahnya: Komisaris Pertamina Retail usia 27 tahun
Bantu menangkan Prabowo → bayar massa demo → dapat kursi BUMN.
bisa di bilang prabowo ini sangat loyal buat pendukung
Akhirnya ngebuktiin sendiri kalo MBG ini lahan basah 😅 Tanggal 9 April diminta kasih harga roti 1.500 padahal harga aslinya 3.000, tapi nota tetap harus ditulis 3.000.
Habis itu semua chat hilang ditarik. Semalam chat lagi, ternyata masih juga nego harga roti 😂
ini parah banget sih guys🤡
sc:threadsspidolls
Fun fact
Inti dari kasus Nadiem adalah jaksa menganggap pengadaan Chromebook terlalu mahal dan tidak diperlukan
Padahal kalau kita bandingkan dengan IKN dan MBG
Chromebook vs MBG
• Kerugian kasus Chromebook 2,1 T (total)
• Pengeluaran untuk MBG 1,2 T/hari
Chromebook vs IKN
• 97% Chromebook udah digunakan pelajar
• IKN malah jadi tempat piknik keluarga bukan jadi ibu kota
Yg 'males' baca artike di bawah, intinya gini..👇
- Prabowo Subianto terlalu boros (spendthrift) dan terlalu otoriter (authoritarian), sehingga membahayakan stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.
- Prabowo punya sifat mercurial (mudah berubah-ubah): kadang terlihat ramah & menerima kritik, tapi sering marah-marah dan menuduh kekuatan asing mendanai LSM untuk mengganggu stabilitas.
- Masalah Ekonomi: Program-program populis yang sangat mahal (terutama makan bergizi gratis) menekan anggaran negara, melemahkan rupiah, dan mengancam stabilitas makroekonomi.
- Masalah Demokrasi: Tendensi sentralisasi kekuasaan, pembungkaman kritik, dan gaya kepemimpinan yang semakin otoriter.
- Latar belakang: Prabowo mantan jenderal yang punya masa lalu “thuggish” (kasar), kini berubah image jadi kakek penyayang kucing, tapi watak aslinya masih muncul dan mengkhawatirkan sekutu sendiri.
- Inti kritik dari Economist: Prabowo sedang membawa Indonesia ke jalur berbahaya dengan kombinasi pengeluaran berlebihan + gaya kepemimpinan yang kurang demokratis.