Saya cukup setuju kalau mulai muncul kritik bahwa permainan Timnas Indonesia di bawah John Herdman terlihat monoton.
Bukan semata-mata karena hasil 0-0 melawan Malaysia. Hasil imbang bisa terjadi karena banyak faktor, apalagi Indonesia harus bermain dengan 10 pemain.
Yang membuat saya kurang puas justru cara Indonesia bermain.
Sebagai penikmat sepak bola, saya merasa permainan Indonesia melawan Malaysia terlalu sulit dinikmati. Serangan terlihat kurang mengalir, progresi bola tidak selalu jelas, dan ketika situasi pertandingan berubah, Indonesia seperti kesulitan menemukan solusi.
Ini yang menurut saya perlu menjadi perhatian Herdman.
Mempertahankan kerangka pemain yang sama memang bisa membangun chemistry. Tapi kalau struktur yang sama juga menghasilkan masalah yang sama, konsistensi bisa berubah menjadi keterbatasan.
Saya juga tidak ingin buru-buru menyimpulkan Herdman gagal hanya dari dua pertandingan.
Tapi kalau pertanyaannya:
“Apakah ada tanda-tanda permainan Timnas mulai monoton?”
Menurut saya, ada.
Dan yang lebih penting bukan sekadar mengganti pemain.
Herdman harus menunjukkan bahwa Timnas punya lebih dari satu cara untuk menyerang, membangun permainan, dan memecahkan pertahanan lawan.
Karena pada akhirnya, sepak bola bukan cuma soal siapa yang dimainkan.
Yang ingin kita lihat adalah: apa solusi yang disiapkan ketika rencana pertama tidak bekerja?
@rizalxaaron@cerita_naa Tidak semua om, saya asli sumatera barat dan udah coba merantau ke beberapa daerah jawa dan sekarang lagi merantau di Batam.
Menurut yang saya rasakan biaya hidup di sumatera barat jauh lebih murah dibandingkan daerah yang sudah saya singgahi untuk merantau....