NORMALISASI SEBELUM BERKUNJUNG KE RUMAH ORANG, KABARIN DULU YA 🥹🙏🏻
Kita nggak pernah tahu orang yang mau didatangi lagi sibuk, istirahat, atau ada urusan lain.
rese kmrn ga ada demo blgnya "KOK MAHASISWA GA TURUN KE JALAN", pas diinfoin ada gerakan "MAHASEWA, ORMEK", pas udh udh jadi inisiator "KOK PAKE JAKUN GA NGEWAKILIN RAKYAT" gendheng blas males gwejh
"Percuma koar-koar di medsos kalo ga turun ke jalan"
Ga ada yg percuma. Coba liat si wowo tiap pidato kan selalu nyindir-nyindir pengkritik di internet. Dari situ udah keliatan betapa berpengaruhnya kritik di medsos untuk mengusik kenyamanan pejabat dzolim.
Dear Bapak Presiden, dan seluruh pejabat yang hari ini mungkin sedang duduk nyaman di kursi kekuasaan..
Ada sesuatu yang ingin kami sampaikan, bukan dengan amarah yang membabi buta, tapi dengan dada yang sesak dan hati yang sudah terlalu lama menahan🙏
Hari ini, ribuan mahasiswa dari BEM UI dan berbagai perguruan tinggi Jabodetabek turun ke Bundaran HI. Mereka menamai aksinya "Aksi Menuju Indonesia Bangkrut" - nama yang keras, tapi seperti ungkapan jujur dari hati-hati kami ini.
Nama yang lahir bukan dari kebencian, tapi dari kepedihan yang sudah lama tak kalian dengar.
Mereka bukan turun karena ingin terkenal. Mereka turun karena diam sudah terasa seperti pengkhianatan.
Rupiah pernah menyentuh Rp18.000 per dolar. Harga Pertamax naik lebih dari 30% hanya dalam semalam. Dan yang paling merasakan bukan kalian pejabat tentu saja, tapi ibu yang menghitung ulang belanja hariannya. Bapak yang diam-diam menggaruk kepala memikirkan uang rumah tangganya. Mahasiswa yang mengerjakan skripsi sambil khawatir uang kos bulan depan dari mana.
Indonesia adalah negara yang kaya. Tapi entah mengapa rakyatnya tak kunjung sejahtera. Indonesia adalah negara yang besar. Tapi entah mengapa perut rakyatnya belum bebas dari rasa lapar. Kita belum bicara tentang rasa kenyamanan, itu jauh.
Lima tuntutan mereka sederhana:
"Hentikan pemborosan APBN. Turunkan harga pokok dan BBM. Hentikan program MBG yang kini terseret korupsi. Hentikan Koperasi Desa Merah Putih. Hentikan militerisme di ruang sipil."
Bukan tuntutan anak kemarin sore. Ini adalah tuntutan dari mereka yang melihat pelemahan rupiah, kenaikan harga bahan pokok, dan kebijakan yang dianggap semakin membebani kehidupan masyarakat - setiap hari, di depan mata mereka.
Kepada adik-adik yang hari ini turun ke jalan~
Kami berdiri bersama kalian. Bukan karena kami tak punya rasa takut. Tapi karena kami tahu: suara rakyat yang diam adalah suara yang sudah menyerah.
Jaga dirimu. Bawa air. Simpan nomor darurat. Jangan terpisah dari kelompokmu. Jika situasi memanas, selamatmu lebih penting dari segalanya. Ingat keluarga dan kami yang sedang mendoakan kalian.
Tapi jika kamu bisa, berdirilah. Tegak. Tenang. Berkepala dingin.
Karena perjuangan ini haruslah jadi kuat dan mampu bertahan.
Kepada para pejabat yang membaca ini.. jika ada:
Bukan mahasiswa yang membuat Indonesia mendekati bangkrut. Yang membuat Indonesia bangkrut adalah ketika kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya sudah habis, dan tak ada yang merasa perlu mengisinya kembali.
Dengarkan mereka. Sebelum jalanan berbicara lebih keras dari yang bisa kalian kendalikan.
- Karirfess, 12 Juni 2026 Untuk Indonesia yang masih layak diperjuangkan -
Demo adalah hak konstitusional. Karirfess mendukung penyampaian aspirasi yang damai, tertib, dan bertanggung jawab.
"Percuma koar-koar di medsos kalo ga turun ke jalan"
1. Aksi di internet itu power nya gede yh, bukan sembarang koar-koar. Apalagi kalo aksi nya terorganisir kaya #IndonesiaGelap kemarin, beuh. Bahkan presiden sampe mention hashtag itu di pidato.
2. Dengan banyak nya buzzer lu pada harus nya paham, pemerintah itu takut. Bukan cuma buzzer, bahkan sampe ada perketat ruang cyber yadayada, akun orang dinonaktifkan, trus case Laras Faizati. Again, power ruang internet itu gede.
3. Selain hashtag, ada juga fitur addyours di Instagram, itu rame banget. Bahkan suka ada konten addyours yang ilang. Itu tanda nya apa? Tanda nya yang di atas sana cukup 'keganggu'. Ada dampak nya.
Yang turun ke jalan keren, hati-hati, jaga diri, utamakan keselamatan. Yang bersuara di media sosial juga keren, hati-hati, jaga diri, utamakan keselamatan.
Buat orang-orang yang diem aja karna disibukkan dengan cari nafkah, ga mendapatkan privilese untuk menempuh pendidikan, jauh dari sosial media, gue paham.
Tapi buat orang-orang yang diem doang karna gamau estetika sosmed nya keganggu, semoga stok makanan lu di rumah kadaluarsa, mencret 4x sehari, trus setiap makanan fancy yg lu makan dan posting di sosmed rasa nya kaya MBG.
WHAT'S WRONG WITH BELI PEMBALUT DAN DITENTENG KEMANA-MANA SIHHHH KENAPA HARUS MALU??? literally baru banget beli dan ada congor laki kurang ajar komen "kok beli gituan gak ditutupin neng malu atuh udah gede" OTAK LU DI DENGKUL.