PUNGLI DI SATPAS POLRETA DENPASAR, TEMUAN MEDIA DAN AROGANSI KAPOLRES DENPASAR YANG RAMPAS HP WARTAWAN.
DENPASAR – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Satpas Polresta Denpasar mencuat ke publik setelah diungkap oleh awak media. Dalam proses pengungkapan tersebut, terjadi ketegangan; Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H. diduga merampas ponsel wartawan serta melakukan intimidasi terkait temuan itu.
Menanggapi hal ini, Kapolresta Denpasar didampingi Kasat Reskrim menyatakan dirinya siap bertanggung jawab atas insiden yang terjadi. Hingga kini belum ada rincian resmi hasil pemeriksaan lanjutan terkait dugaan pungli maupun tindakan terhadap insiden perebutan ponsel tersebut.
Saldo tabungan bokap gw tiap bulan kepotong Rp 50 ribu otomatis. Di mutasi cuma tertulis: "Premi".
Pas bokap meninggal, gw ke bank mau tutup rekening. CS mau cairin sisa saldo Rp 10 juta. Gw hampir setuju.
Tapi gw iseng tanya soal potongan premi itu. CS langsung berubah muka. Ternyata saldo yang harusnya gw terima Rp 100 juta.
Manfaat ini sering terlupa ahli waris. Namanya: A****** P*********.
"Maksudnya potongan Rp 50 ribu itu asuransi jiwa?" tanya gw kaget.
CS itu ngejelasin sambil narik napas panjang. "Iya Pak, ini adalah produk asuransi mikro yang melekat pada tabungan. Jika nasabah meninggal dunia, ahli waris berhak atas santunan tunai di luar saldo tabungan."
"Masalahnya, sistem bank gak otomatis 'tahu' kalau nasabah meninggal untuk urusan asuransi. Kalau ahli waris gak klaim, uang santunan itu selamanya bakal nginep di perusahaan asuransi."
Dia ngerendahin suaranya pas proses tutup buku rekening dilakukan.
"Banyak bank punya program bundling tabungan dengan asuransi jiwa. Preminya kecil, tapi manfaat santunannya bisa puluhan sampai ratusan kali lipat dari premi bulanan."
"Bank gak akan proaktif nawarin pencairan asuransi ini pas lo mau tutup rekening. Mereka cuma fokus di saldo tabungan. Kalau lo gak teliti liat mutasi, hak lo bakal angus gitu aja."
"Serius santunannya bisa sebesar itu?" gw gak percaya.
Dia ngangguk, lanjut kasih rincian gimana "Saldo Tersembunyi" ini bisa jadi penyelamat keluarga:
Premi Rp 50.000/bulan: Santunan bisa mencapai Rp 50-100 juta.
Santunan Kematian: Cair 100% jika nasabah meninggal karena sakit atau kecelakaan.
Ahli Waris: Wajib diajukan oleh keluarga yang terdaftar dalam Kartu Keluarga.
"Uang Rp 50 ribu yang lo kira biaya admin itu sebenarnya investasi bokap lo buat ninggalin warisan buat anaknya."
"Yang paling gak adil yang mana?" tanya gw lemes.
"Masa kedaluwarsa klaim. Biasanya klaim asuransi jiwa di bank punya batas waktu 60-90 hari setelah nasabah meninggal."
"Kalau keluarga baru sadar setahun kemudian, asuransi punya alasan legal buat nolak klaim karena sudah lewat masa pelaporan."
"Ini keuntungan 'laba mati' bagi perusahaan asuransi dari ribuan nasabah yang ahli warisnya gak paham isi mutasi rekening."
"Cara cek asuransi di tabungan keluarga?"
CS kasih 4 langkah:
1. PRINT REKENING KORAN. Cari potongan rutin 'Premi', 'Insurance', atau kode khusus bank.
2. TANYA PRODUK TABUNGANNYA. Beberapa tabungan otomatis dapet proteksi jiwa tanpa daftar.
3. CEK POLIS DIGITAL di m-banking. Ada menu 'Asuransi Saya' yang jarang diklik.
4. JANGAN LANGSUNG TUTUP REKENING. Urus semua manfaat asuransi sebelum hapus akun.
"Senjata paling simpel satu aja?" tanya gw.
Dia kasih satu tips maut biar gak kecolongan hak warisan.
"Setiap urus penutupan rekening orang meninggal, selalu tanya: 'Apakah almarhum memiliki produk asuransi atau proteksi saldo yang melekat pada akun ini?'"
"Begitu lo tanya spesifik, CS wajib ngecek database asuransi partner bank. Jangan biarin mereka cuma cek database saldo tabungan doang."
Gw akhirnya dapet santunan Rp 100 juta itu setelah nunggu proses administrasi sebulan. Duit yang bener-bener gak disangka bakal ada.
Gw bilang ke temen gw pas lagi urus nisan bokap: "Gi, gw salah karena gw pikir potongan kecil di bank itu cuma biaya 'sampah'. Ternyata itu 'hadiah' terakhir bokap buat kita."
"Jangan remehkan angka Rp 50 ribu di mutasi. Itu bisa jadi jaring pengaman terakhir keluarga saat tulang punggung udah gak ada."
Pesan buat lo yang punya orang tua atau pasangan yang punya rekening bank:
Minta izin buat cek mutasi mereka sesekali. Bukan buat kepo, tapi buat mastiin gak ada hak asuransi yang terabaikan kalau hal buruk terjadi.
Jadilah ahli waris yang teliti. Uang itu hak almarhum yang harusnya sampai ke tangan lo.
Dan inget, bank itu lembaga profit. Mereka gak akan maksa lo buat ambil duit santunan kalau lo sendiri gak minta.
Makin cerdas lo baca mutasi, makin terjaga aset keluarga lo dari sistem yang seringkali "lupa" ngi
Merasa dihalangi saat antrian akibat perbaikan jembatan di pertigaan Kemang Pratama, seorang sopir angkot trayek 02 Pondok Gede melakukan pemukulan & perusakan mobil pengendara lain di Pekayon, Bekasi.
Kenapa kaga dilindes aja sekalian? Udah pas bener tuh posisinya 😂
Instagram aneh aneh banget deh.
masa AI mereka bisa bebas gunain foto-foto kita selama kita ga protect akun? males banget jadi ribet kan kitanya. buat temen-temen, ayo off-in “sharing & reuse” di Instagram kalian.
biar AI ga bisa memanfaatkan konten original yang kalian post di akun Instagram kalian.
A compilation of Daenerys Targeryen best moments in Game of Thrones
To be honest, she deserved a happy ending and so did dragon.
All the dragons died for nothing.. that's really sad💔
Klo ngk mau improve inggris nya dia, kek gini lh contohnya planga plongo berasa di dunia asing di antara orang² luar,Ngajak ngobrol yg di sebelah juga ngk bisa😭eh lu ngatain Idol gw "sok inggris" Woii Njirrr dia emng fasih bahasa Inggris bukan Sok lagi🤣
Ini anaknya Ferdy Sambo gak sih?
Jadi Akpol juga?
Wahwahwah..
Brarti kalo orang tua bermasalah dan mencoreng nama instansi,
anak belum tentu di banned ya?