@blucheck333 We can see you through, try to provoke huh , you must have been very lonely and stressed. You should disconnect with the sosmed for awhile, relex find yourself. You might thank me later #SEAblingsAgainstRacism#Knetz#SEAblings
@aina0660 NOT all Koreans are narrow-minded; you are only a small portion of lost souls. But it is not too late for you to repent. If your grandfathers knew what you were doing, they would spank you out of sheer embarrassment and ungratefulness. They knew what was to be humble.
@aina0660 Your 'success' is only 40 years old—it’s a teenager. Don’t act like an ancient empire when your grandfathers were literally saved by UN rice rations and Filipino engineers literally helped build your roads and build your Ministry of Culture.
@aina0660 It was lucky uncle SAM, came and recue you! you sell your soul for those progress in the cost of your youngster mental health, you must be proud of it.
Percakapan 🇮🇩 🇰🇷
🇰🇷: "UMR mu rendah sekali”
🇮🇩: “Ya gak pa pa… nilai manusia tidak dihitung dari gaji. Kalau dihitung dari tawa dan persahabatan, kami termasuk negara maju.” 😄
🇰🇷: “Kamu tidak marah saya mengejek negaramu?”
🇮🇩: “Marah itu mahal. UMR kami rendah, jadi kami pilih ketawa dan berteman.” 😂
🇰🇷: “Miskin begitu, kenapa kamu tetap bela negaramu?”
🇮🇩: “Karena kami ahli mengubah ejekan jadi lelucon… dan lelucon jadi perdamaian.”
🇰🇷: “Kenapa kalian marah soal meme monyet? Itu cuma bercanda.”
🇮🇩: “Oh kami tidak marah. Kami cuma heran… monyet saja tahu hidup di hutan itu rukun. Masa manusia kalah sama monyet?” 😄
🇰🇷: “Itu cuma gambar monyet di internet.”
🇮🇩: “Iya. Dan internet juga mengajarkan satu hal: yang paling cepat berevolusi bukan monyet… tapi rasa hormat.” 😂
🇰🇷: “Kamu tersinggung dipanggil monyet?”
🇮🇩: “Tidak. Kami cuma berharap semua orang naik level, dari saling melempar meme… ke saling melempar senyum.”
🇰🇷: “Kenapa di negaramu sering mati listrik?”
🇮🇩: “Supaya kami ingat… bintang masih gratis ditonton. Dan kadang gelap itu cuma cara alam menyuruh manusia istirahat dari perang komentar.” 😄
🇰🇷: “Mati listrik pasti merepotkan, ya?”
🇮🇩: “Iya. Tapi, saat lampu padam, tetangga malah saling ngobrol. Jadi… listrik padam, persahabatan menyala.” 😂
🇰🇷: “Kalau mati listrik kamu tidak kesal?”
🇮🇩: “Sedikit. Tapi itu latihan bagus. Kalau bisa sabar menghadapi gelap, apalagi cuma menghadapi komentar rasis kalian.”
🇰🇷: “Kenapa kamu santai dibilang jelek?”
🇮🇩: “Karena kalau kecantikan ditentukan wajah, cermin sudah jadi raja dunia. Untung yang memimpin masih manusia.” 😂
🇰🇷: “Tapi kamu tidak ingin lebih cantik?”
🇮🇩: “Ingin dong. Makanya kami operasi yang paling susah: memperbaiki hati. Dokternya pengalaman, biayanya cuma saling menghargai.” 😂
🇰🇷: “Kamu tidak mau oplas biar cantik?”
🇮🇩: “Kami mau oplas… tapi yang dioperasi dulu timeline internet. Biar yang keluar bukan hinaan, tapi humor dan damai.” 😄
🇰🇷: “Serius, kamu tidak takut dibilang jelek?”
🇮🇩: “Tidak. Takut itu kalau hati jelek. Wajah jelek masih bisa ditutup kamera… hati jelek bocor ke mana-mana.” 🤣
🇮🇩: “Dan kalau suatu hari dunia sibuk menilai wajah satu sama lain, semoga masih ada yang ingat, bahwa yang paling indah dari manusia bukan apa yang terlihat… tapi bagaimana ia membuat orang lain merasa dihargai.”
Microsoft has just unveiled voice control for the desktop version of Bing’s AI chatbot.
-Enhanced visual
-Citations
-Extra Image creating
-Chat history exporting
-Multimodality
So they ban my book from young readers, confuse me with @oprah , fail to specify what parts of my poetry they object to, refuse to read any reviews, and offer no alternatives…Unnecessary #bookbans like these are on the rise, and we must fight back 👊🏿 DONATE here: https://t.co/QFjBGwYDCL