Welcome to qadarullah era.
Aku sudah berusaha memaafkannya.
Tapi bukan berarti aku akan pernah lupa bagaimana rasanya disakiti.
Aku memilih untuk tidak lagi membalas, tidak lagi mengejar penjelasan, dan tidak lagi memaksa keadaan untuk berpihak kepadaku.
Hasbunallahu wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nasir.
Aku serahkan semua urusan yang sudah tidak mampu aku lalui kepada-Mu, ya Allah. Semua hal yang terlalu berat untuk kupahami, semua rasa sakit yang terlalu dalam untuk kuceritakan, dan semua ketidakadilan yang tidak mampu aku selesaikan sendiri.
Have you ever been around people whose presence alone just makes you feel mentally exhausted? Like… every word coming out of their mouth, the gaslighting, the victim mentality, their vibe in general are literally soul-sucking energy. (Problem is… sometimes…they’re family)
Learned it the hard way: SETTING BOUNDARIES is not selfish. It’s NECESSARY.
#notetoself
Ayat ini terasa seperti pelukan buat aku.
Bahwa di tengah dunia yang ramai dan melelahkan, Allah masih bisa menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang yang berusaha percaya kepada-Nya.
Waktu yang akan menyembuhkan.
Kuncinya, jangan berhenti. Terus bergerak maju, meskipun pelan.
Nggak apa-apa kalau hari ini belum baik-baik saja. Yang penting, kamu tetap melangkah.