Calon Ibu Negaraku Enerjik
Oleh : Rahman Hartala
Setiap hari bertemu dengan orang-orang yang berekspresi riang itu membuat hari kita juga ikutan ceria. Apalagi kalau ada kata motivasi yang membuat kita semangat menjalani hari-hari. Hal itu mungkin yang selalu diusahakan orang-orang, untuk membuat hari-harinya penuh makna.
Happy and enjoy, menikmati hidup sebagai bentuk bersyukurnya kita terhadap Yang Maha Kuasa. Penampakan itu yang saya lihat pada seorang Siti Atikoh Ganjar Pranowo. 10 Tahun ikut aktif berperan sebagai ibunya Jawa Tengah, kini Atikoh kembali terjun langsung membantu suaminya untuk menyuarakan niat baik memanggul amanah dari rakyat Indonesia.
Hal itu yang nampak dalam safarinya di pulau Jawa. Semangatnya berkobar tanpa lelah, mulai dari menyambangi sekitar tempat tinggalnya di Jakarta dengan bergabung pada acara senam ibu-ibu. Di lain tempat dia masih melakukan olahraga favoritnya seperti lari marathon dari festival Borobudur Marathon 2023, itu adalah bagian dari self lovenya.
Atikoh memang jauh berbeda dari istri pejabat lainnya. Di saat mereka gemar shoping dan berburu barang-barang untuk melengkapi gaya hidupnya, Atikoh lebih suka olahraga sebagai investasi hidup sehatnya.
Pun ketika tampil di depan publik, banyak dari mereka berlomba-lomba memperlihatkan barang tentengannya. Salah satunya hand bag yang harganya puluhan sampai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Atikoh cukup dengan brand lokal ala karya UMKM warganya.
Memang selain kebiasaan hidupnya yang sederhana, saya rasa juga tidak patut jika seorang istri pejabat memakai barang yang nilainya membuat lambung rakyat menjerit.
Waktu safarinya digunakan dengan semaksimal mungkin, mulai dari bergabung dalam acara senam relawan di Yogyakarta, bersilaturahmi ke komunitas tani ibu-ibu, bertandang dalam acara UMKM, hingga bersilaturahmi ke beberapa ponpes yang memang sudah akrab dengan dunianya.
Ya dia adalah cucu KH. Muhammad Hisyam Abdul Karim. Beliau adalah ulama dari ormas islam terbesar Nahdlatul Ulama sekaligus pejuang kemerdekaan, serta pendiri Pondok Pesantren Roudlhotus Solichin Sholichat Sukawarah, Kalijaran, Karanganyar, Purbalingga, Jawa Tengah.
Atikoh kerap mendapat panggilan Ning karena datang dari keluarga ulama. Barisan santri tidak lagi sungkan dengannya, fenomena itu yang nampak dalam setiap silaturahminya. Satu yang nampak dalam netra publik, saat kehadirannya di Ponpes Cipasung, Tasikmalaya.
Santriwati langsung histeris saat dihampiri istri Ganjar itu, mereka tidak lagi sungkan menyalami dan mengajaknya foto bersama layaknya seorang bestie. Bahkan juga sempat menitipkan salamnya untuk putra semata wayangnya, Alam Ganjar, yang memang digandrungi remaja putri.
Antusias warga maupun relawan hingga santriwati itu membuat hati menghangat, Siti Atikoh menyalurkan energi positifnya ke rakyat dengan penuh sayang. Keramahan darinya membuat warga tidak sungkan merangkulnya sampai berinteraksi dengannya.
Di barisan relawan dia memberikan suntikan semangatnya untuk berjuang bersama, memaksimalkan pergerakan di waktu kampanye ini untuk menyampaikan niat baik suaminya menjadi pemimpin negeri ini. Salam tiga jari ikut dia serukan untuk menyebarkan semangat demokrasi di ajang kontestasi pilpres nanti.
Ketika di ponpes dia menggaungkan peran perempuan, yang menjadi harmoni di setiap cerita yang terjadi di bumi ini. Peran perempuan yang besar dia rasakan sebagai seorang istri dan ibu. Dia merasa bangga karena suaminya memperlakukannya dengan baik, lewat tanpa membedakan peran perempuan dalam kepemimpinannya.
Termasuk saat menyusun visi-misi, “Perempuan maju, anak sejahtera” tercantum di sana. Hal itu juga direalisasikan dalam tim kampanye hingga jurkamnya, Ganjar melibatkan perempuan yang menjadi penyemangat lewat gagasan dan pergerakannya yang hadir dalam setiap problem rakyat.
Melihat Gaya Bicara Alam Ganjar yg Lugas & Tegas, sy Keingat Sosok @ganjarpranowo ..
Melihat Gaya Bicara Anak Haram Konstitusi yg Plintat plintut & Mencla Mencle dgn Wajah Inosennya sy Keingat sosok Lurah..
Ternyata benar bhw Buah itu Jatuh tak Jauh dri Pohonnya
#BantuAlamGanjar
Merasa Tertohok hingga menembus hati dan jantung klo denger om ntuuu curhat 😔😔😔 ..
.
Keknya bakal lirik2 program dr GKM NU yg Pendampingan Calon Pengantin....cuma lemah nya atu doank...Pengantin nya lom ada 😔 ..
#GKMNU
Bersama kita bisa melakukan hal yang positif untuk keluarga kita.
GKMNU hadir untuk membantu rumah tangga kita menjadi keluarga yang berkualitas. Ekonomi Keluarga yang baik