sebuah cerita.
dulu, ada seorang pria yang kerja kantoran dan punya satu kebiasaan lucu: dia selalu menghilangkan penanya.
setiap butuh, selalu hilang entah ke mana.
saking seringnya, cerita pena hilang ini jadi bahan gosip di kantor. bahkan bosnya sampai ikut tahu. rekan semejanya malah ngecap dia sebagai si ahli menghilangkan pena.
bosnya penasaran:
"kok bisa ada orang seteledor itu?"
sampai akhirnya si bos ambil satu keputusan yang cukup unik. dia beliin karyawan ini satu pena baru. iya, bener, dia beliin pena.
tapi bukan pena biasa. pena ini mahal. premium, mungkin jutaan.
dan hasilnya? ajaib!
si ahli penghilang pena berubah total. pena itu dia jaga, dia simpan baik-baik, dia pakai dengan hati-hati banget. gapernah hilang lagi.
kenapa?
karena kali ini, dia tau nilainya.
selama ini, pena yang dia hilangkan harganya cuma lima ribu. jadinya ya diperlakukan asal-asalan.
hilang? yaudah, beli lagi. murah. bahkan bisa beli seratus pena tanpa mikir.
tapi begitu yang datang adalah sesuatu yang bernilai, otomatis sikapnya berubah. dia jadi lebih hati-hati. lebih menghargai. lebih merawat.
kadang kita sama.
kalau kita merasa sesuatu ga berharga, kita perlakukan seadanya.
tapi ketika kita ngerti nilainya, kita berubah.
iya, biasa, manusia.
yang bikin miris adalah, kalau manusia yang memegang kuasa malah ga ngerti nilai dari apa yang Tuhan titipkan padanya.
dikasih hal paling berharga, tapi justru disia-siakan. dirusak. dihilangkan seolah ga berarti.
itu bukan sekadar teledor.
itu buruk di atas buruk.
@noturcla @LiterasiFess Aku pas baca sih biasa aja, tapi pas udah beres rasanya kayak berat bgt dada ku, melamun dlu tarik nafas, trs akhirnya nangisin firdausπππ
@callmeanythng @arctichemical Kataku sih kamu lebih baik baca dulu berita berita nya, gimana perlakuan keluarga nia, nia hidup suruh jualan, meninggal di perkosa di bunuh aja tu makam di buat open ziarah, ketimbang komen begini, mending u baca dulu