Sebetulnya kenaikan harga Pertamax dan BBM non-subsidi lainnya cukup wajar kalo mengingat harga minyak mentah naik sejak konflik geopolitik di Timteng.
Yang bikin gondok tuh pemerintah pura-pura negara ini baik-baik aja bjir. Padahal kombinasi harga minyak, nilai tukar rupiah terhadap dolar, biaya distribusi energi kagak bisa ditutup-tutupin.
Ditambah lagi program MBG dan Kopdes Merah Putih yang jadi kanker stadium akhir buat keuangan negara.
Pejabat yang bilang kondisi Indonesa baik-baik aja mah emang buta mata buta hati aja. Kompak beut kata gue nutupin borok~ Kek yang bakal borok pribadinya diselamatin aja, padahal semua bisa jadi tumbal aokowkok.