Seperti Albert Camus bilang, dalam absurditas kudu me-revolt dengan lebih sadar dan lebih berani. Meski kecut di ujung September ini, dan (lagi-lagi) kembali berkutat ngotak-ngatik struktur terbaik demi terlihat “seksi”.
But it’s OK, mari sebat dulu bareng Bon Iver. Zhaaapp 🚬
Mengawali senin yang berangkat di pagi buta. Bogor dengan awan mendungnya. Hilir mudik manusia di area stasiun dengan seribu urusan. kali ini aku tidak terburu-buru, cukup menikmati dengan santai. Terlihat dari narasi ini yg berhasil dibuat. Sekian infonya.
Ini memang udh kelewat absurd. Perlu diakui kekalahan pun kian berserakan, bahkan percis berbaring dengan Swellow sebagai teman. Sial!😄
Tapi Camus meyakini bahwa, absurditas perlu diterima dan tetap hidup dengan penuh gairah. Maka, lesgowkan saja.🍻