cara membentuk pola pikir STOICKISME
(stoikisme → memilih tidak bereaksi karena sadar hal itu berada di luar kendalinya)
- berhenti mencoba mengendalikan semua hal. fokuslah pada apa yang benar-benar ada di kendalimu.
- berhenti beberapa detik sebelum bereaksi saat emosi muncul.
- terima bahwa penolakan, kegagalan, dan kehilangan adalah bagian dari hidup.
- jangan mengambil semua hal secara personal. tidak semua yang terjadi adalah tentang dirimu.
- kurangi mencari validasi dari likes, pujian, atau pengakuan orang lain.
- tanyakan pada diri sendiri, "apakah ini masih penting seminggu, sebulan, atau setahun lagi?"
- berhenti mengeluh pada hal-hal kecil yang memang tidak bisa diubah.
- latih rasa syukur setiap hari, sekecil apa pun yang kamu miliki.
- jadikan masalah sebagai latihan untuk menguatkan karakter, bukan alasan untuk menyerah.
- fokus pada tindakan, bukan hasil yang belum tentu bisa kamu kendalikan.
- belajar menerima kritik tanpa langsung merasa diserang.
- jangan biarkan emosi sesaat menentukan keputusan besar.
- biasakan melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang sebelum menyimpulkan.
- berhenti membandingkan perjalananmu dengan orang lain.
- disiplin melakukan hal yang benar meski sedang tidak termotivasi.
- berdamai dengan kenyataan bahwa kamu tidak bisa menyenangkan semua orang.
- pilih respon yang bijak daripada reaksi yang impulsif.
- luangkan waktu untuk merenung atau menulis jurnal agar lebih mengenal diri sendiri.
- habiskan energi untuk memperbaiki diri, bukan mengontrol orang lain.
- ingat bahwa ketenangan bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan kemampuan tetap tenang saat masalah datang.
Hi warga pengguna transum. Aku baru aja buat app untuk melacak transum di Indonesia 🚌
🔗 https://t.co/hvnKdCs9s7
Selama ini kita harus install app beda-beda dari tiap provider (TJ, Mitra Darat, dll). Ribet kan? Makanya aku ngumpulin semuanya jadi satu.
First submission untuk #UtaindoRelay pertama kalinya ikut meramaikan. Thx buat @Pambudhi03_Yaya temen ngover, @Ipan_dayo yang udah ngemix, Nix yang bikin MV dan Clofferion yang bikin chara.
https://t.co/WOiAV1hL5O
Saudara kandung gw seorang psikolog yg sehari-hari kerjaannya dengerin dan beresin isi kepala orang lain yg berantakan. Pas kita lg kumpul kemarin, dia buka obrolan.
Dia bilang, "lo tau nggak paradoks paling lucu dari profesi gw?"
Dia cerita, pernah nanganin pasien yg semuanya punya pola masalah yang sama. Mereka gak ada yang bener2 sakit secara fisik, tapi badannya rontok karena pikirannya selalu merantau ke masa lalu atau masa depan.
Siksaan batin yg dijelasin saudara gw ini namanya Mental Time Travel.
Kondisi dimana otak kita terlalu canggih sampe bisa loncat ke masa lalu buat nyeselin hal yg udah lewat, atau loncat ke masa depan buat nyemasin hal yg belum tentu terjadi.
Efeknya? Lo kehilangan masa kini. Lo lagi makan makanan enak tapi nggak ngerasain rasanya, lo lagi jalan sama anak-istri tapi pikiran lo lagi sibuk mikirin cicilan 5 taun ke depan, atau sibuk nyeselin blunder kerjaan minggu lalu.
Dia cerita, banyak pasiennya yg kalau malem sebelum tidur, otaknya kayak muter kaset rusak. Mereka selalu terjebak di zona "Regret & What if"
"Kenapa ya dulu gw gak ambil kesempatan itu?"
"Gimana kalau nanti umur 40 gw mendadak di PHK dan gak punya tabungan?"
Siksaan batinnya adalah masa lalu udah jadi abu, masa depan masih jadi kabut, tapi lo ngorbanin satu2nya hal nyata yg lo punya sekarang, yaitu detik ini. Lo dapet capeknya, tapi gk dapet solusinya.
Gw tanya ke dia, "Kenapa otak kita secara psikologis bisa se terjebak itu?"
Dia jelasin kalau secara evolusi, otak manusia itu emg didesain buat bertahan hidup dg cara mengantisipasi bahaya (masa depan) dan belajar dari kesalahan (masa lalu).
Tapi di jaman sekarang, insting itu malah jadi bumerang. Tiap hari kita liat pencapaian orang lain di medsos yg bikin kita cemas ama masa depan kita sendiri.
Kita dipaksa buat selalu berlari ngejar target, sampe lupa caranya berhenti sebentar buat napas.
Ada satu istilah psikologi yg ngena banget buat kondisi ini:
"The Illusion of Control"
Kita mikir dg merenungkan masa lalu berulang kali, kita bisa mengubah rasa bersalah kita. Atau dengan mencemaskan masa depan, kita bisa mengendalikan hasil akhirnya.
Padahal itu semua cuma ilusi. Satu2nya momen dimana lo punya kekuatan penuh buat bertindak dan mengubah sesuatu itu cuma ada di masa kini.
Gimana cara kita buat lepas dari penjara waktu ini?
Saudara gw kasih terapi simpel yg biasa dia kasih ke pasiennya:
Grounding Technique (5-4-3-2-1)
Pas pikiran lo mulai melayang entah ke taun berapa, paksa mata dan tubuh lo buat fokus ama sekitar.
Sebutin 5 benda yg lo liat sekarang, 4 hal yg bisa lo sentuh, 3 suara yg lo denger, 2 bau yang lo cium, dan 1 rasa di lidah lo.
Cara ini bakal menyeret paksa kesadaran emosional lo kembali ke realita tempat lo berdiri.
Langkah kedua adalah bergaul sama kenyataan, bukan asumsi.
Kurangi bikin skenario terburuk didalam kepala. Kalau emg ada hal yg perlu disiapin buat masa depan, tulis di kertas jadi action plan yg nyata, after itu tutup bukunya.
Belajarlah buat menikmati hal-hal kecil yang gratis.
Dinginnya air pas lo wudhu atau cuci muka, angetnya obrolan ama pasangan sebelum tidur, atau rasa pahit manisnya kopi yg lagi lo seruput.
Pesan dari saudara gw ini:
Masa lalu itu udh selesai tugasnya, dan masa depan itu bukan urusan lo sekarang.
Satu2nya tanggung jawab lo adalah menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.
Jgn biarin hidup lo lewat begitu aja cuma karena lo terlalu sibuk jadi penjelajah waktu di dalam kepala lo sendiri. Rebut kembali kendali pikiran lo mulai hari ini.
tulisan by ryn pedia
cc: istory selebriti (facebook)
Untuk rumah tangga & individu
- Tampung air mulai sekarang.
Simpan air hujan (rainwater harvesting) kalau memungkinkan. Isi tangki, ember, atau sumur cadangan.
- Berlatih menghemat air mulai sekarang.
- Stok kebutuhan dasar makan dan minum 2–4 minggu. Jika mau habis, stok ulang
- Siapkan masker & obat pernapasan kalau asap karhutla datang.
Untuk petani & pekebun
- Sesuaikan jadwal tanam
maju atau mundur sesuai prakiraan BMKG daerahmu.
- Pilih varietas padi/ tanaman tahan kekeringan.
- Bangun/ perbaiki irigasi cadangan, sumur bor, atau embung kecil.
- Mulai bersihkan lahan & buat sekat bakar untuk cegah karhutla.
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally.
Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo.
Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi.
Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak.
Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲