Agar tidak bohong, data ini perlu dijelaskan :
1) nilai ekspor tersebut adalah milik asing - krn tambang dan perusahaan smelter adalah milik China
2) pemerintah tdk pernah mau membuka data dari nilai ekspor tsb berapa yg diterima oleh negara.
3) data dari Pak Faisal Basri (alm) bhw lbh 90 % ekspor tsb dinikmati oleh China bahkan jika dimasukkan subsidi harga batubara utk listrik smelter maka kita minus.