Sampe hari ini masih belum faham sama konsep lapor pajak.
Kita yang kerja, lembur, dikejar deadline, digibahin temen sekantor, umpel-umpelan dikereta, kita yang bayar, kita juga yang disuruh laporan.
Harusnya kan kita yang dikasih laporan dikemanain aja itu duit pajaknya.
Tidak ada yang lebih layak untuk mendapatkan dukungan dari segala bentuk "grief" dan "duka" selain keluarga dan sahabat-sahabat terdekat yang sudah menemani Almarhumah selama bertahun-tahun.
Walaupun gua mengenal Almarhumah sejak lama, tapi gua hanya mengambil sebagian kecil dari kenangan/memori Almarhumah selama hampir 1 Tahun ke belakang dan (yang tadinya)rencana-rencana kami berdua dan keluarga di masa depan.
Kesampingkan apa yang kalian proyeksikan tentang apa yang gua rasakan, dan fokus ke keluarga dan sahabat-sahabat Almarhumah.
Sementara itu, biarkan gua fokus sama diri gua sendiri, sampai nanti akan ada saatnya gua butuh kalian. Bohong kalau gua bilang gua tidak lemah dan hancur.
When the time's comes. Pasti... Gua pasti akan minta tolong...
Reza yang biasanya, dengan mudahnya akan mundur dari segala plan.
Arap yang biasanya, hanya akan memikirkan ego dan perasaannya.
YB sebelum sama Lula, tidak akan peduli dengan apapun.
Tapi apa yang dia ajarin ke gua selalu terngiang2 di kepala sampai hari ini.
"Kamu mau ngeluh juga buat apa sayang? Mau ngeluh atau engga, kan memang harus kamu jalanin. Liat aku. I want to see you win in life. Sayang, aku mau kamu punya rumah lagi."
Oi, pendek. You wanna see me win in life? I will win. Kanarazu katsu.
08
02
26
MARAPTHON
"THE LAST TALE"
Enggak dari gerd syg. Panjang itu prosesnya. Bener ko bisa jd hipoxia jg krna jsntungnya udh gbs lg mompa. Tp kl masalah biru tus ada kaku, belajar coba ttgl rigor mortis dkk, tanda tanda kematian. Kl dijabarin gbsaaaa wkwkwwk kudu 4 taun dlu wkwkwk
Dek, ini pemikiran bocah first time voter. Keluar dari TPS berasa baru nyelamatin satu negara. Beda dengan orang yang sudah beberapa kali ikut pemilu.
Kebanyakan orang Indonesia itu berpolitik dengan santai dan gembira. Ramai ramai waktu musim pilpres-pemilu-pilkada setiap 5 tahun sekali. Lumayan bisa dangdutan, dapat kaos partai, lalu nyoblos dan selesai. Setelah itu lanjut lagi kehidupan normal untuk 5 tahun berikutnya.
Kebanyakan mereka aja kalo ditanya kadang malah lupa pemilu kemarin milih siapa. Pokoknya yang penting semua normal, mereka bisa kerja, anak anak bisa sekolah, beras terjangkau, ada BPJS buat berobat, infrastruktur tertata. Itu aja mereka sudah happy.
Lalu gimana kalo pemerintah kerjanya ngawur. Selama gak ngawur parah ya tinggal dibalas di pemilu-pilpres berikutnya. Kalo jelek ya gak usah dipilih lagi. Gitu aja kok repot. 😋
Makanya heran banget ngeliat warga X yang sampai sekarang masih butthurt baperan. Kayak lu marah marah di timeline terus besok kandidat idola lu bangun pagi mendadak jadi presiden gitu? 🤣🤣🤣
Baby languangenya: gerd itu banjir, tp rumahlu udah skibidi sampe tu air bikin lu tenggelem di dalemnya smpe lu pd akirnya gbs napas krna tenggelem. Nah lu tenggelem itulah ceritanya henti jantung. Anyway semoga almarhumah tenang skr dan ga sakit lagiii🥺💙
Gw pun pernah kok pacaran sama sahabatnya mantan gw, di fase hidup yg beda, bahkan mantan gw ini bantuin kita berdua biar bs bareng. Itu namanya dewasa. Toh ga ada yg merebut siapa kan. Emang kebetulan ada fasenya aja terjadi gitu aja, jodoh maut siapa yg tau sih?
syg... maafin aku kalau dalam grief phase aku, suatu saat aku yakin tunangan kamu ini akan hilang kontrol untuk memperbaiki nama kamu dan semuanya, yang sudah bertahun-tahun kamu tau kalau aku sudah menahan diri. begitupun kamu yang menahan aku. waktu kamu masih ada. ily