@Tangankanancuan Dia pernah bikin konten bareng drh problematik juga lagi operasi dan diupload di sosmed wkwk tapi anehnya masih ada aja yg dukung apalagi di tiktok
@empty__core "Ga semua orang bisa keterima jadi drh, biarpun pangkat saya mentok, tapi saya punya anak jadi drh", sebangga itu beliau sama anaknya :" bahkan skr beliau gaada, temen2nya kalau ketemu w pasti bilang "oh ini bu dokter ya" speechless
@empty__core W punya bapak juga buka tipikel yang gampang cium atau peluk anaknya, muji juga engga. Tapi w tau cerita dari ibu w, betapa bangganya alm ketika anaknya keterima di jurusan kedokteran hewan, padahal ibu w bilang "ah tapi kan hanya jadi drh", terus bpk w bilang cont
Guys, ada berita dari Pandeglang hari ini yang menurut gue paling menggambarkan betapa rusaknya sistem pemerintahan daerah kita.
Seorang pejabat yang berstatus tersangka kasus menabrak kerumunan siswa SD menew4sk4n satu anak dan satu pedagang baru saja dilantik menjadi Staf Ahli Bupati Pandeglang.
Bukan dicopot.
Bukan dinonaktifkan.
Dilantik naik jabatan.
Ini faktanya dulu agar tidak ada yang bilang lebay:
30 April 2026.
Ahmad Mursidi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pandeglang menabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5 di Kecamatan Majasari.
Korban: sembilan orang.
Dua meningg4l duni4
Muhamad Milal, seorang siswa.
Dan Dewi Handayani, seorang pedagang.
13 Mei 2026 polisi menetapkan Ahmad Mursidi
sebagai tersangka setelah gelar perkara.
26 Mei 2026 dua minggu setelah ditetapkan tersangka Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani melantiknya sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik.
Ahmad Mursidi bahkan mengikuti
pelantikan secara daring.
Tidak hadir langsung.
Tapi tetap dilantik.
Dan ini yang paling menampar kalimat Bupati dalam sambutannya:
"Kami membutuhkan pejabat yang mampu berlari lebih cepat, bekerja lebih cerdas, dan bergerak lebih kompak."
"Masyarakat menuntut pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, dan berdampak."
"Jangan terjebak dalam rutinitas kerja."
Pidato tentang inovasi.
Tentang transparansi.
Tentang pelayanan publik yang berdampak.
Disampaikan di hari yang sama ketika tersangka kasus menewaskan anak SD dilantik jadi pejabat baru.
Tidak ada ironi yang lebih sempurna dari ini.
Dan ini yang paling fundamental dan yang paling jarang dibicarakan:
Indonesia punya aturan yang sangat jelas tentang pejabat yang berstatus tersangka.
PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan berbagai regulasi turunannya mengatur bahwa pejabat yang terkena kasus hukum seharusnya dinonaktifkan bukan dipromosikan selama proses hukum berjalan.
Tapi di Pandeglang aturan itu tidak berlaku.
Atau lebih tepatnya tidak dianggap perlu untuk dipatuhi.
Dan tidak ada satupun pejabat di atas Bupati Pandeglang yang bergerak untuk menghentikan ini.
Tidak ada teguran dari Gubernur.
Tidak ada intervensi dari Kemendagri.
Tidak ada reaksi dari siapapun dalam hierarki pemerintahan yang seharusnya mengawasi.
Dan ini yang paling menyakitkan:
Muhamad Milal siswa SD yang tew4s pergi ke sekolah pagi itu seperti biasa.
Dia tidak tahu bahwa pagi itu akan menjadi yang terakhir.
Dewi Handayani pedagang yang berjualan di depan sekolah itu pergi kerja pagi itu untuk mencari nafkah.
Dia juga tidak pulang.
Dan orang yang menabrak mereka dua minggu setelah ditetapkan tersangka dilantik sebagai pejabat baru oleh pemerintah daerah yang kata-katanya berbicara tentang transparansi dan pelayanan publik yang berdampak.
Dampak apa yang dimaksud?
Dampak kepada siapa?
Dan ini yang paling relevan dengan konteks yang lebih besar:
Prof. Siti Zuhro dari BRIN sudah bilang:
nawait menjadi pejabat di Indonesia sudah bukan untuk mengabdi tapi untuk mencari kaya dan mempertahankan posisi.
Mahfud MD sudah bilang:
hukum di Indonesia sudah menjadi sandiwara.
Dan kasus Pandeglang ini adalah bukti paling konkret dan paling tidak bisa dibantah dari kedua pernyataan itu.
Tersangka menewask4n an4k SD.
Dua minggu kemudian dilantik jadi Staf Ahli Bupati.
Bupatinya berpidato tentang transparansi dan inovasi.
Tidak ada yang menghentikan ini.
Ini bukan anomali.
Ini adalah sistem yang bekerja persis seperti yang dirancang untuk melindungi orang dalam,
bukan untuk melindungi rakyat.
Negeri ini sedang dalam kondisi di mana tersangka pembunuhan karena menabrak kerumunan anak SD sampai dua orang tewas bisa dilantik jadi pejabat dua minggu setelah ditetapkan tersangka.
Dan tidak ada satu pun mekanisme pengawasan yang bekerja untuk menghentikannya.
Bupatinya berpidato tentang inovasi dan transparansi.
Gubernurnya diam.
Kemendagrinya diam.
Semua diam.
Yang tidak diam hanya keluarga Muhamad Milal
siswa SD yang tidak akan pernah pulang ke sekolah lagi.
Dan sistem yang seharusnya memberi mereka keadilan justru mempromosikan orang yang mengambil nyawa anak mereka.
Apakah ini negeri yang sedang kita pertahankan?
apakah sudah tidak ada keadilan untuk rakyat biasa?
@hawktuakh Kalo pernah daftar trus keterima dan udh mau ttd tapi tetus tiba2 kubatali krn bbrp alasan, terus setahun kemudian dia buka posisi lagi, kalau aku daftar lagi menurut kalian gpp ga ya ? Ketemu user yg sama (company luar tapi dikit orang di indonya) sorry oot
PARA IBLIS DAY CARE LITTLE ARESHA DI JOGJA. BIADAB LO SEMUA!!! buka jasa berbayar buat ngehandle anak orang tapi malah lo siksa. Sedih, hancur banget hati gw baca ulasan di google maps. Ada yang diikat, diseret, dipukul, ada yang speech delay dan tidak sedikit juga yang mengalami trauma. Engga kebayang penganiayaan itu terjadi sejak kapan, karena baru terendus sekarang. Stress lo semua, ANJINGG!!!
> jadi fadia arafiq
> mantan penyanyi dangdut
> jadi bupati pekalongan 2 periode
> nggak paham hukum, serahin urusan ke sekda, cuma ngurus seremonial
> kena ott kpk 24 miliar dari total proyek 46 miliar
maret 2026
> mobil listrik abis batre pas lagi pelarian
> diciduk kpk pas lagi antre ngecas di spklu semarang
> rompi oranye resmi dipake
the persona
> mantan penyayi dangdut yang jadi politisi
> bupati "incumbent" yang terpilih lagi
> klaim nggak ngerti birokrasi
> gaya kepemimpinan "serahkan pada ahlinya" (alias sekda)
the scam (pt raja nusantara berjaya)
> bikin perusahaan keluarga buat monopoli proyek
> pasang asisten rumah tangga (art) jadi direktur boneka
> menangin 17 proyek outsourcing di 21 dinas & rsud
> harga perkiraan (hps) dimanipulasi biar mereka selalu menang
the family business (aliran dana)
> fadia arafiq: jatah 5.5 miliar
> suami (anggota dpr ri): jatah 1.1 miliar
> anak (anggota dprd): jatah 4.6 miliar
> anak kedua: jatah 2.5 miliar
> sisa 3 miliar ditarik tunai buat "operasional"
the cruelty (sisi gelap)
> potong dana stunting 15% (padahal buat gizi anak)
> tukang parkir puskesmas wajib setor 35rb per hari
> kalo setoran kurang, tukang parkir dipaksa nombok pake duit pribadi
> wa group "belanja rsud" isinya foto gepokan duit setoran harian
the defense
> "saya kan cuma mantan pedangdut, nggak paham hukum"
> bilang semua urusan teknis itu kerjaan sekda
> merasa nggak bersalah karena cuma "menjalankan tugas"
> kpk ketawa karena dia udah 15 tahun di politik
status pemkab
> sekda & 12 pejabat sempet diangkut kpk
> kpk bongkar praktik jual beli jabatan (kepala puskesmas 100jt)
> banyak ASN yang mulai "nyanyi" soal tekanan dari atasan
ROT IN THE HELL
@riandiarmana Tapi kalian juga harus tau untuk dapat investasi ini apa aja yang dikorbankan sm vietnam? Bukan hanya jilat paman sam, meraka rela memberikan semuanya buat paman sam masuk kesana. Pertanyaannya indonesia siap ga? Skr aja ngeliat isi aggreement us indo aja udh pada kebakaran wkwk
#Rangkumin
[Berlayar Mencari Nafkah, Berujung Tuntutan Mati] π
Fandi Ramadhan (26), anak nelayan dari Belawan, cuma ingin mengubah nasib keluarganya.
Lulus sekolah pelayaran 2022, fandi sempat kerja dengan gaji Rp2,5 juta. Tak cukup untuk bantu orang tua dan adiknya, dia lalu menerima tawaran kerja di kapal Thailand. Gaji dijanjikan 2.000 dolar AS.
Mei 2025, fandi berangkat, Di Thailand, Fandi sempat curiga. Ia menunggu 10 hari di hotel sebelum naik kapal tanker. Di tengah laut, Fandi melihat bongkar muat barang dan sempat meminta kapten mengecek muatannya, kapten kapal mengatakan bahwa yang diangkut menuju kapal adalah uang dan emas.
Kapal berlayar ke Indonesia. Setibanya di perairan Karimun, BNN dan Bea Cukai mencegat kapal fandi.
Ditemukan sabu hampir 2 ton.
Fandi ikut ditangkap. Kini fandi duduk sebagai terdakwa di PN Batam dan dituntut hukuman mati.
Ayahnya, nelayan dengan penghasilan Rp35β50 ribu per hari, bolak-balik ke Batam demi sidang anaknya.
βAnak saya tidak tahu apa-apa. Dia cuma mau kerja,β katanya.
@rafikarchmwt Nyari duit yg banyak dulu buat diri sendiri dan keluarga. Nikah urusan nanti kalau ada jodohnya. Tapi saya tidak mau menciptakan generasi sandwich kembali, saya juga ingin menikmati hidup karena umur gaada yang tau
@samsulgalaxys21@madokafc1 Good point. Tapi banyak netizen yang gagal paham nganggep indonesia paling kuat kayaknya, jgn ngejilat us wkwk ga realistis. Padahal kita ini negara non blok mau ke us atau ke rusia atau china, selama menguntungkan ya gas aja. Tapi ya negara maju mrk juga mana mau dimanfaatin aja