Temen gw kerja di PLN.
Dia bilang ada satu pertanyaan yang tiap hari bikin dia dimaki, dan dia capek ngejelasinnya.
Pertanyaannya: "kok beli token 100 ribu, dapet listriknya kurang? Sisanya ke mana?"
Dia cerita ke gw sambil geleng-geleng. "Yang motong duit itu bukan PLN. Tapi yang dimaki tetep kita."
Gw ngerutin dahi. Kalo bukan PLN, terus siapa yang ngambil?
Malem itu gw cek struk token gw sendiri. Ada satu baris kecil yang selama ini gak pernah gw baca.
Tugas Talent Scout cuma mengamati, Menilai Teknis, Fisik, Mental dan Karakter.
Selanjutnya cima membuat laporan dan rekomendasi ke atasannya.
Kurang lebih begini:
Talent Scout → Senior Scout → Chief Scout → Head of Recruitment → Sporting Director
Nah, SD ini kan biasanya dapat request dari Head Coach.
Jika dari laporan dan analisa Chief Scout ada pemain yg seSUai dengan kriteria yg direquest Head Coach baru si SD ini nanti minta Head of Recruitment follow up misalnya koordinasi dengan Finance Officer apakah harga/gaji dll cocok dengan RAB klub tidak?
Dari seringnya blunder Bung Ted ini, kita disadarkan betapa pentingnya peran "Executive Representative | Spokesperson", "Chief Media Relations", atau warga Babelan lebih nyaman menyebutnya dengan istilah JUBIR.
Untuk menduduki posisi ini, harus dikasihkan ke orang yang memang memiliki ilMU dan pengalaman dalam PR-Media.
Sebelum melempar klarifikasi atau hak jawab atau apalah itu biasanya akan diskusi juga dengan Tim Legal (Hukum) terkait draf pernyataan.
Biar ga keluar:
- Presiden menggunakan Pesawat Pribadi (Padahal di LHKPN ga ada aset tersebut
- Direvisi, Presiden menggunakan Pesawat Perusahaan Sendiri, padahal Pejabat Publik ga boleh memiliki Perusahaan.
atau;
- Kekurangan anggaran ke Luar Negeri akan menggunakan Dana Pribadi Presiden, terus LPJ-nya gimana kalau campur-campur
- Terus dapat nyinyiran, qurban aja pakai APBN masak kunjungan Negara malah pakai Dana Pribadi.
Btw, Jubir Presiden masih dijabat oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kan?
Perasaan bulan lalu Presiden Prabowo juga udah ngelantik Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) sebagus Qodari dan ditambah ada Penasehat KhuSUs Presiden bidang KoMUnikasi, Hasan Nasbi.
Kenapa ga dimaksimalkan sih?
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Praktik prostitusi anak di kawasan Lokasari sudah sangat meresahkan dan terorganisir. Saya telah mengidentifikasi lokasi gedung yang dijadikan tempat eksploitasi gadis-gadis muda. Mohon bantu sebarkan ini agar pihak berwenang segera melakukan investigasi dan tindakan hukum.
jadi inget podcast bocor alus @tempodotco yg judulnya "Peran Teddy Indra Wijaya dalam Komunikasi di Istana Negara". Di menit 33:38 dijelasin kalo Teddy ngefilter materi presentasi pejabat yg mau ketemu prabowo. Selain kurasi jumlah halaman ppt, yg lebih gokil Teddy juga kurasi data biar yg ditampilin yang bagus-bagus aja 😭
Lur Breaking
KOK MASKERAN? 😂
Sebuah klarifikasi dari sing memakai kaos pas demo 13 mei 2026 di depan polresta pati. Bahwa yang bersangkutan mengaku adalah masyarakat sipil. Hubungan TNI - POLRI baik baik saja.