Yang bikin gw agak kepikiran dari pemadaman bergilir tadi bukan lampunya mati.
Tapi wording yang dipakai.
Biasanya kalau PLN ada masalah lokal, yang keluar itu:
gangguan jaringan
gangguan distribusi
pemeliharaan
Tapi tadi yang muncul malah:
“Pembangkitan dalam kondisi defisit.”
Jujur itu wording yang cukup aneh.
Karena kalau sampai pembangkitan defisit, biasanya bukan sekadar ada kabel putus atau gardu bermasalah.
Biasanya ada unit pembangkit besar yang trip, gangguan transmisi yang signifikan, atau memang daya andal sistem sedang turun.
Padahal selama ini kita sering dengar narasi bahwa Jawa-Bali surplus listrik. Nah yang menarik, surplus listrik ≠ sistem pasti aman.
Ibarat lu punya 5 mobil di rumah.
Secara aset memang ada 5.
Tapi kalau 2 masuk bengkel, 1 dipinjam saudara, dan 1 bannya bocor, yang benar-benar bisa dipakai hari itu cuma 1.
Di sistem kelistrikan juga mirip. Yang penting bukan kapasitas di atas kertas.
Tapi berapa yang benar-benar siap beroperasi saat dibutuhkan. Kalau benar sampai harus Manual Load Shedding, artinya operator sengaja memadamkan sebagian pelanggan supaya sistem yang lebih besar tetap aman.
Dan itu biasanya keputusan yang terencana, bukan spontan. Yang bikin gw makin penasaran adalah efek dominonya.
Karena kalau ditarik lebih jauh:
Daya andal turun
→ pembangkitan defisit
→ pemadaman bergilir
→ internet & sinyal terganggu
→ operasional bisnis terganggu
→ produktivitas turun
→ aktivitas ekonomi ikut melambat.
Sama kayak waktu banyak orang bilang:
“Yang naik cuma Pertamax.”
Padahal ujungnya nyambung ke logistik, harga barang, daya beli, sampai UMKM. Makanya menurut gw pertanyaan menariknya bukan:
“Kenapa listrik mati?”
Tapi:
“Gimana sistem yang secara nominal surplus listrik bisa kehilangan daya andal sebesar itu dalam waktu yang bersamaan?”
Apakah ada pembangkit besar yang gangguan? Masalah transmisi Pemeliharaan yang tertunda?
Atau reserve operasional sebenarnya lebih tipis daripada yang terlihat di atas kertas?
Kita tunggu penjelasan teknisnya.
Tapi kalau benar sampai harus load shedding, menurut gw ini cerita yang jauh lebih besar daripada sekadar lampu padam beberapa jam.
Ada anak elektro, PLN, atau sektor energi di sini? Gw penasaran perspektif kalian.
AKHIRNYA ISU YANG SELAMA INI BENAR
Isu yang soal penyebab pemadaman listrik bergilir (Jawa blackout) akhirnya dikonfirmasi langsung oleh Kanda Bahlil
- Bahlil mengakui bahwa PLN kekurangan pasokan batubara untuk pembangkit
- harga batubara acuan global dan harga yang mau dibeli PLN (Negara) selisihnya sangat jauh sehingga produsen enggan menjualnya ke PLN
-Untuk mengatasi persoalan kekurangan batu bara ini, Kementerian ESDM akan membentuk tim pengadaan batu bara kalori medium